Pencarian

Heli Chinook Jepang Mulai Padamkan Karhutla dari Lepas Pantai Ketapang, 1.357 Titik Panas Terpantau di Kalbar

Selasa, 22 September 2026 • 11:01:01 WIB
Heli Chinook Jepang Mulai Padamkan Karhutla dari Lepas Pantai Ketapang, 1.357 Titik Panas Terpantau di Kalbar
Helikopter CH-47 Chinook Jepang bersiap beroperasi memadamkan karhutla dari perairan lepas pantai Ketapang, Kalimantan Barat.

KETAPANG — Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan helikopter angkut CH-47 yang tiba di perairan lepas pantai Ketapang dijadwalkan mulai beroperasi memadamkan kebakaran begitu persiapan rampung. JS Kunisaki berangkat dari Kijing pada Minggu (20/9) dan tiba di perairan lepas pantai Ketapang sehari kemudian, Senin (21/9), menempuh jarak sekitar 439 km lewat jalur darat dari posisi sebelumnya.

Dengan pergeseran itu, operasi udara Jepang kini berjalan dari dua titik. Pelabuhan Kijing tetap menjadi basis dua helikopter CH-47, sementara Kunisaki membawa satu unit Chinook di lepas pantai Ketapang.

Mengapa Kapal Jepang Berpindah ke Ketapang

Ketapang termasuk wilayah yang masih mengalami kebakaran, bersama Kayong Utara, Kubu Raya, dan Mempawah. BPBD Kalbar menyebut penanganan di sejumlah lokasi masih berlangsung, termasuk pemadaman dan pendinginan untuk memastikan bara di lahan gambut tidak kembali memicu kebakaran.

Pemantauan BMKG hingga 21 September 2026 mencatat 1.357 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat dalam 10 hari terakhir. Angka itu menjadi dasar mengapa tambahan armada udara diarahkan ke perairan Ketapang, bukan hanya bertahan di Kijing.

330 Personel dan Tiga Chinook Dikerahkan Jepang

Jepang mengerahkan sekitar 330 personel, kapal angkut JS Kunisaki, dan tiga helikopter CH-47 Chinook dalam misi kemanusiaan di Kalimantan Barat. Ini tercatat sebagai misi pemadaman karhutla pertama di luar negeri yang dilakukan militer Jepang.

"Kementerian Pertahanan Jepang dan Pasukan Bela Diri Jepang akan mengerahkan segala upaya untuk memberikan dukungan kepada Indonesia guna mencegah meluasnya kerusakan," kata Kementerian Pertahanan Jepang dalam pernyataan tertulis, dikutip Selasa (22/9).

Pernyataan serupa juga menyebut bahwa operasi pemadaman akan dijalankan dari dua lokasi, yakni Pelabuhan Kijing dan kapal angkut Kunisaki di lepas pantai Ketapang.

Pemadaman dari Udara dan Pendinginan di Lahan Gambut

Serangan udara lewat helikopter angkut dinilai membantu menjangkau titik api yang sulit diakses lewat jalur darat, terutama di area gambut. Namun pemadaman dari udara tidak berdiri sendiri — tim darat tetap diterjunkan untuk pendinginan setelah titik api utama dipadamkan.

BPBD Kalbar menekankan pendinginan lahan gambut jadi kunci agar kebakaran tidak kembali menyala. Bara yang tertinggal di lapisan bawah gambut bisa memicu api baru meski permukaan sudah terlihat padam.

Empat wilayah yang masih jadi perhatian adalah Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, dan Mempawah. Keempatnya berada di jalur yang bisa dijangkau armada udara dari Kijing maupun dari perairan lepas pantai Ketapang.

Yang Berubah Setelah Kunisaki Bersandar di Ketapang

Sebelumnya seluruh helikopter Chinook beroperasi dari satu basis di Kijing. Setelah Kunisaki bergeser, jangkauan operasi udara terbelah dua dan waktu tempuh menuju titik api di sisi selatan Kalbar bisa lebih singkat.

Belum ada keterangan resmi soal berapa titik api yang ditargetkan dipadamkan lebih dulu dari posisi baru itu. Jadwal operasi penuh menunggu persiapan di atas kapal selesai, sesuai pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kumparan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks