JAKARTA — Kabar penundaan peluncuran iPhone 18 reguler hingga awal 2027 menandai perubahan besar strategi pemasaran Apple. Jika sebelumnya model reguler dan Pro diperkenalkan bersamaan setiap September sejak era iPhone 11, kini jadwalnya dipisah menjadi dua gelombang.
Informasi ini pertama kali mengemuka dari laporan keuangan kuartal II 2026 milik Pegatron, salah satu mitra manufaktur utama Apple. Perusahaan perakit asal Taiwan itu memberikan gambaran awal mengenai rencana produksi perangkat-perangkat anyar Apple ke depan.
Jadwal Rilis yang Berbeda untuk Setiap Lini
Mengutip laporan GSM Arena, Jumat (14/8/2026), gelombang pertama peluncuran tetap berlangsung sesuai kebiasaan, yakni pada September 2026. Namun, acara tersebut hanya akan diisi oleh model kelas atas, seperti iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Apple juga disebut akan memperkenalkan perangkat lipat pertamanya yang selama ini dirumorkan hadir dengan nama iPhone Ultra pada acara yang sama.
Sementara itu, untuk gelombang kedua yang dijadwalkan pada kuartal I 2027, Apple baru akan merilis iPhone 18 versi reguler. Model lain seperti iPhone 18e dan generasi terbaru iPhone Air 2 juga disebut ikut meluncur pada periode Januari hingga Maret 2027 tersebut.
Krisis Pasokan Chip dan Memori Jadi Pemicu
Penundaan ini diduga kuat berkaitan dengan tekanan yang masih membayangi industri teknologi global. Keterbatasan pasokan semikonduktor serta melonjaknya harga komponen penting seperti chipset dan memori menjadi hambatan utama yang memengaruhi kapasitas produksi dan biaya manufaktur.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada Apple, tetapi juga sejumlah produsen perangkat elektronik lain yang harus menyesuaikan strategi produksi mereka di tengah ketidakpastian rantai pasok.
Apa Dampaknya bagi Konsumen Indonesia?
Strategi dua tahap ini dinilai memberi ruang fokus lebih besar pada segmen premium terlebih dahulu sebelum menjangkau pasar yang lebih luas. Bagi konsumen di Indonesia yang menantikan iPhone 18 reguler, konsekuensinya adalah masa tunggu lebih lama dibandingkan pembeli model Pro.
Meski berbagai laporan telah beredar, Apple belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait jadwal maupun perubahan strategi ini. Informasi yang beredar saat ini masih sebatas rumor dan dapat berubah sewaktu-waktu menjelang pengumuman resmi dari perusahaan.