PONTIANAK — Erlina Ria Norsan mengajak pengurus IPEMI Kalbar yang baru dilantik untuk memperkuat kolaborasi, terutama dalam mendampingi pelaku UMKM di 14 kabupaten/kota. Menurutnya, tantangan pengusaha perempuan saat ini tidak hanya pada produksi, tetapi juga penguasaan teknologi dan pemenuhan administrasi usaha.
“Perempuan memiliki banyak peran strategis. Di rumah, kita menjadi ibu sekaligus pendidik. Di tengah masyarakat, kita menjadi penggerak sosial. Sementara di dunia usaha, perempuan dapat menjadi pencipta peluang, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus menggerakkan ekonomi keluarga dan daerah,” ujarnya.
IPEMI Bukan Sekadar Organisasi, tapi Rumah Bertumbuh
Erlina menekankan IPEMI harus menjadi tempat para pengusaha muslimah saling menguatkan ketika menghadapi tantangan bisnis. Organisasi ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan mempertemukan peluang agar usaha kecil bisa naik kelas.
“IPEMI adalah rumah untuk bertumbuh, rumah tempat perempuan saling menguatkan ketika menghadapi tantangan, rumah tempat pengalaman dibagikan, peluang dipertemukan, dan usaha kecil didorong untuk naik kelas,” katanya.
Ia mengingatkan keberhasilan seorang perempuan tidak boleh berhenti pada pencapaian pribadi. Keberhasilan itu harus menjadi jalan untuk membantu perempuan lain berkembang dan memiliki kesempatan yang sama untuk maju.
PKK Siap Fasilitasi NIB, Sertifikat Halal, hingga QRIS Gratis
Erlina membeberkan bahwa TP PKK Provinsi Kalbar memiliki program kolaborasi lapangan yang menyasar pelaku UMKM. Program tersebut mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, hingga pendaftaran QRIS secara gratis.
“Kami PKK ini turun ke lapangan ada namanya kolaborasi untuk pelayanan NIB, sertifikat halal, dan juga QRIS. Jadi, setiap turun ke lapangan, kami merangkul seluruh UMKM supaya bisa difasilitasi dan dibuatkan secara gratis,” jelasnya.
Anggota IPEMI di kabupaten/kota dapat berkoordinasi dengan pengurus TP PKK setempat ketika ada agenda kunjungan lapangan. Dengan begitu, pelaku usaha lebih mudah memperoleh legalitas tanpa terbebani biaya administrasi.
Hak Kekayaan Intelektual Juga Krusial bagi Pengusaha Perempuan
Selain legalitas usaha, Erlina menyoroti pentingnya perlindungan kekayaan intelektual. Ia meminta para pengusaha tidak lengah terhadap potensi penjiplakan produk oleh pihak lain.
“Jangan lupa produk-produk kita juga harus dilindungi. Kalau sudah memiliki produk yang bagus, jangan sampai karya kita diambil atau dijiplak oleh pihak lain. Karena itu, hak kekayaan intelektual juga penting untuk diperhatikan,” pesannya.
Ia juga mendorong pengusaha perempuan beradaptasi dengan digitalisasi. Menurut Erlina, persaingan usaha saat ini tidak lagi terbatas pada lingkungan sekitar, sehingga penguasaan pemasaran digital menjadi kebutuhan penting.
IPEMI Nasional: Organisasi Hadir di 36 Provinsi
Ketua Umum IPEMI Nasional, Inggrid Kansil, mengatakan organisasi ini didirikan pada 2015 oleh para perempuan yang memiliki visi mendorong kemajuan ekonomi. IPEMI lahir dari kesadaran pentingnya wadah yang tidak hanya berorientasi pada dakwah, tetapi juga pemberdayaan ekonomi.
“Kehadiran IPEMI diharapkan mampu menjadi sarana untuk melanjutkan perjuangan dalam menyejahterakan masyarakat serta memberikan kemaslahatan dan kebermanfaatan bagi sesama,” ujarnya.
Saat ini IPEMI telah hadir di 36 provinsi di Indonesia. Pelantikan pengurus PW IPEMI Kalbar masa bakti 2026-2031 menjadi bagian dari penguatan jaringan pengusaha muslimah di tingkat daerah.