Pencarian

Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Pengeroyokan Prajurit TNI, Dipicu Antre Sate Taichan di Tangerang

Jumat, 24 Juli 2026 • 22:39:31 WIB
Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Pengeroyokan Prajurit TNI, Dipicu Antre Sate Taichan di Tangerang
Polisi tetapkan tujuh tersangka pengeroyokan prajurit TNI yang dipicu rebutan antrean sate taichan di Tangerang.

KALIMANTAN BARAT — Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengungkapkan bahwa keributan bermula saat para pelaku memesan empat porsi sate taichan di sebuah gerai. Korban, yang merupakan pelanggan tetap, terlibat adu mulut dengan mereka terkait urutan antrean. Perdebatan semakin memanas setelah muncul persoalan mengenai jumlah tusuk sate dalam satu porsi.

"Motifnya salah paham berawal karena rebutan antrean sate taichan, cekcok dan tersangka S memukul korban lebih dulu," kata Wira kepada wartawan, Jumat (24/7).

Kronologi Pemukulan dan Penambahan Tersangka

Satu pukulan dari tersangka berinisial S menjadi pemicu awal keributan yang berujung pada pengeroyokan. Polisi menyebut peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/7) di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Jasad prajurit ABS ditemukan di lokasi yang sama pada hari itu juga.

Dalam perkembangan penyidikan, jumlah tersangka bertambah signifikan. Awalnya polisi hanya menetapkan empat orang. Setelah pemeriksaan saksi dan gelar perkara, tiga orang lainnya yang semula berstatus saksi resmi dinaikkan statusnya menjadi tersangka. "Penyidik menemukan alat bukti yang cukup untuk menjerat mereka," ujar Wira.

Pasal yang Dijeratkan dan Ancaman Hukuman

Ketujuh tersangka dijerat dengan pasal berlapis dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal yang dikenakan antara lain Pasal 458, Pasal 262, dan Pasal 466 ayat (3). Ancaman hukuman bagi para pelaku bervariasi, disesuaikan dengan peran masing-masing dalam tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan korban jiwa tersebut.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat konstruksi perkara. Mereka termasuk rekan korban yang berada di lokasi sebelum kejadian serta penjual sate taichan yang menyaksikan langsung peristiwa itu. "Kami terus mendalami peran masing-masing tersangka," kata Wira.

Fakta di Balik Antrean yang Berujung Maut

Persoalan sepele seperti rebutan antrean dan perbedaan hitungan tusuk sate menjadi pemicu utama tragedi ini. Kasus ini menyoroti betapa cepatnya konflik sosial di ruang publik bisa bereskalasi menjadi kekerasan fatal. Polres Tangerang Selatan memastikan proses hukum berjalan transparan dan semua pelaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu kemungkinan adanya tersangka lain. Penyidik juga masih melengkapi berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks