Pencarian

Bahaya Beri Telur Mentah ke Bayi 24 Hari: Batas Aman MPASI 6 Bulan

Senin, 12 Oktober 2026 • 11:07:01 WIB
Bahaya Beri Telur Mentah ke Bayi 24 Hari: Batas Aman MPASI 6 Bulan
Bayi berusia 24 hari di Surabaya meninggal setelah diduga diberi telur mentah untuk menurunkan demam.

KALIMANTAN BARAT — Bayi berusia 24 hari di Surabaya meninggal dunia setelah diduga diberi telur mentah oleh neneknya untuk menurunkan demam. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan MPASI baru boleh diberikan sekitar usia 6 bulan, dan bahan seperti telur wajib dimasak matang sempurna.

Alena sempat dirawat intensif di RSUD Dr Soetomo sejak Jumat (9/10) karena kondisinya memburuk. Kisah ini pertama kali dibagikan bibinya melalui akun Threads @calistaarisha, yang menyebut bayi mungil itu sempat membutuhkan penanganan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Pemberian telur mentah dengan alasan menurunkan demam justru memperparah kondisi Alena. Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa saluran cerna bayi baru lahir belum siap menerima makanan selain ASI.

Kapan MPASI Sebaiknya Dimulai?

IDAI menyarankan MPASI diberikan ketika ASI saja tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan bayi, yaitu sekitar usia 6 bulan. Teksturnya dimulai dari makanan yang dihaluskan hingga menjadi bubur kental (puree).

Ada tiga tanda kesiapan yang bisa ibu amati sebelum memulai MPASI:

  • Bayi bisa duduk dengan leher tegak dan mengangkat kepalanya sendiri tanpa bantuan.
  • Bayi menunjukkan ketertarikan pada makanan, misalnya mencoba meraih makanan di depannya.
  • Bayi tampak lebih lapar dan tetap gelisah meski sudah rutin menyusu.

Bahan MPASI seperti telur, daging, dan ikan harus diberikan dalam keadaan benar-benar matang. Kebersihan tangan dan peralatan masak juga tidak boleh diabaikan.

Bolehkah MPASI Diberikan sebelum 6 Bulan?

Spesialis anak dr Meta Hanindita, SpA, menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu dokter bisa menyarankan MPASI sebelum 6 bulan, tetapi setelah bayi berusia lebih dari 4 bulan. Pemberian MPASI kurang dari 4 bulan masuk kategori MPASI dini.

"Bisa saja dokter mengadviskan MPASI sebelum 6 bulan, sesudah 4 bulan. Sekali lagi, itu bukan MPASI dini," tegasnya dalam unggahan di Threads, Minggu (31/5/2026), dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.

Keputusan itu harus didasarkan pada evaluasi medis, misalnya ketika kenaikan berat badan bayi kurang optimal atau ada kondisi khusus lain. "Selama ada indikasi, sudah dievaluasi tanda kesiapan makan, dan atas advis dokter," ujarnya.

Risiko MPASI Dini bagi Saluran Cerna Bayi

Ahli gizi Syarief Darmawan menyebut MPASI sebelum usia 6 bulan berisiko menimbulkan masalah kesehatan. "Makanan Pendamping ASI (MP ASI) baru bisa diberikan setelah anak berusia lebih dari 6 bulan. Sebelumnya, anak mendapat ASI eksklusif untuk menyiapkan saluran cernanya terlebih dulu," katanya kepada detikcom.

Jika diberi MPASI sebelum waktunya, bayi berisiko mengalami inflamasi usus yang mengganggu penyerapan nutrisi. Gangguan ini bisa memengaruhi pertumbuhan anak, salah satunya terlihat dari tinggi badan yang tidak bertambah.

Jurnal berjudul Hubungan Pemberian MPASI Bayi pada Usia 0-6 Bulan dengan Kejadian Gangguan Pencernaan pada Bayi (2024) mencatat dampak buruk MPASI dini, termasuk masalah pencernaan. Penelitian pada 2018 dan 2021 juga menemukan korelasi antara diare dan pemberian MPASI dini.

Kementerian Kesehatan RI, mengutip karya ilmiah Ina Hernawati (2008) dan teori pakar kesehatan anak G.J. Ebrahim, menyebut pemberian MPASI terlalu cepat membuat isapan bayi saat menyusu tidak maksimal. Risiko jangka panjangnya meliputi obesitas, hipertensi, aterosklerosis, serta alergi makanan.

Kapan Harus Segera ke Dokter

Bayi yang mengalami demam, gelisah berkepanjangan, atau menolak menyusu perlu segera diperiksa dokter. Jangan memberikan makanan atau minuman apa pun selain ASI tanpa konsultasi, apalagi pada bayi di bawah 4 bulan.

Jika ada anggota keluarga yang ingin memberi sesuatu pada bayi, diskusikan dulu dengan ibu dan dokter. Keputusan soal asupan bayi sebaiknya berada di tangan orang tua, bukan berdasarkan kebiasaan turun-temurun.

ASI eksklusif selama 6 bulan pertama adalah cara paling aman melindungi saluran cerna bayi yang masih rentan. Setelah itu, MPASI bisa dimulai bertahap dengan bahan matang dan tekstur yang sesuai.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks