KALIMANTAN BARAT — Data yang dihimpun dari tiga bank besar, rupiah masih berada di zona tertekan. Berikut kurs jual dan beli yang berlaku di Bank Mandiri, BCA, dan BNI untuk transaksi hari ini:
Kurs Rupiah di Mandiri, BCA, dan BNI Hari Ini
Untuk transaksi tunai melalui bank notes, BCA mematok harga jual rupiah di level tertinggi dibandingkan dua bank lainnya. Sementara itu, kurs e-Rate yang biasanya digunakan untuk transaksi valas berjumlah besar menunjukkan kisaran yang lebih kompetitif.
- Bank Mandiri: e-Rate jual Rp 18.000, bank notes jual Rp 18.100, TT counter jual Rp 18.050.
- Bank BCA: e-Rate jual Rp 17.975, bank notes jual Rp 18.150, TT counter jual Rp 18.025.
- Bank BNI: e-Rate jual Rp 17.950, bank notes jual Rp 18.075, TT counter jual Rp 18.000.
Selisih harga antar bank tersebut merupakan hal wajar karena setiap bank memiliki kebijakan spread dan biaya transaksi yang berbeda.
Pahami Tiga Jenis Kurs Sebelum Transaksi Valas
Sebelum melakukan penukaran mata uang, penting untuk memahami tiga istilah yang sering muncul di papan kurs bank. Special rate atau e-Rate adalah nilai tukar khusus yang dinegosiasikan langsung antara nasabah dan bank, biasanya untuk transaksi valas dalam jumlah besar. TT counter berlaku untuk transaksi setoran, transfer, atau penarikan yang dilakukan di teller cabang bank, umumnya untuk skala kecil hingga menengah.
Sedangkan bank notes adalah layanan untuk transaksi jual-beli mata uang asing dalam bentuk fisik atau uang kertas tunai. Masing-masing memiliki kurs yang berbeda, di mana bank notes biasanya memiliki spread paling lebar karena biaya handling fisik uang.
Ketika Rupiah Melemah tapi IHSG Hijau
Fenomena berbalik arah antara kurs dan pasar saham ini menarik dicermati. Biasanya pelemahan rupiah menjadi sentimen negatif bagi IHSG, namun kemarin indeks komposit justru ditutup menguat 1,04% ke 6.409,65. Korelasi jangka pendek ini bisa terjadi ketika investor asing memarkir dana di saham-saham berfundamental kuat meski nilai tukar sedang bergejolak.
Tekanan terhadap rupiah sendiri masih berasal dari permintaan dolar AS yang tinggi, baik untuk pembayaran impor maupun dividen perusahaan asing. Pasar juga menunggu sinyal kebijakan moneter bank sentral AS selanjutnya, yang akan menentukan arah dolar global.
Investasi mengandung risiko. Selalu bandingkan kurs di beberapa bank sebelum melakukan transaksi valas dalam jumlah besar.