KALIMANTAN BARAT — Laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026 menyisakan satu partai besar yang menentukan. Timnas Indonesia dihadapkan pada ujian sesungguhnya melawan Vietnam, di mana hasil akhir akan sangat menentukan langkah mereka di turnamen. Saat ini, posisi Indonesia di klasemen sementara memang aman di peringkat kedua dengan koleksi enam poin, namun kondisi itu bisa berubah drastis jika gagal meraih hasil positif di laga nanti.
Pelatih John Herdman dan stafnya memanfaatkan waktu yang ada dengan menggelar latihan intensif di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (2/8) sore. Sesi yang berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB itu diikuti oleh Tom Haye dan rekan-rekannya. Materi yang diberikan berfokus pada penguasaan bola, distribusi umpan, hingga simulasi taktik untuk mengantisipasi permainan khas Vietnam.
Dua Laga Tanpa Marselino, Peluang Tampil di Laga Krusial Tertutup
Kabar kurang menggembirakan datang dari kubu Timnas. Marselino Ferdinan kembali absen dalam sesi latihan tersebut. Gelandang andalan itu masih harus menepi lantaran cedera, sehingga peluangnya untuk tampil melawan Vietnam semakin mengecil. Ini akan menjadi laga ketiga beruntun yang ia lewatkan, setelah sebelumnya juga absen saat Indonesia mengalahkan Kamboja dan Timor Leste.
Absennya Marselino menjadi pukulan tersendiri, namun skuad Garuda tetap percaya diri. Mereka datang dengan modal sempurna di dua laga awal, mencetak delapan gol dan hanya kebobolan satu. Kemenangan telak 5-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor Leste menunjukkan ketajaman lini depan yang patut diwaspadai Vietnam.
Kalkulasi Klasemen: Puncak Grup atau Tiket Semifinal?
Situasi di Grup A masih sangat terbuka. Singapura memimpin klasemen dengan tujuh poin dari tiga laga, sedangkan Indonesia di posisi kedua dengan enam poin dari dua pertandingan. Vietnam sendiri berada di peringkat ketiga dengan koleksi empat poin, hasil dari satu kemenangan dan satu hasil imbang.
Bagi Indonesia, laga ini bukan hanya soal mempertahankan posisi. Kemenangan akan mengamankan tiket ke semifinal sekaligus membuka peluang merebut puncak klasemen. Sebaliknya, kekalahan bisa membuat posisi mereka terancam dan bergantung pada hasil pertandingan lain. Target finis di dua besar menjadi prioritas utama yang tak bisa ditawar.
Secara historis, duel Indonesia vs Vietnam selalu berjalan ketat. Dari 31 pertemuan yang pernah terjadi di berbagai ajang, Indonesia mencatatkan 11 kemenangan, sembilan kekalahan, dan 11 laga lainnya berakhir imbang. Statistik ini menunjukkan bahwa tidak ada yang diunggulkan secara mutlak, dan segalanya bisa terjadi di lapangan.
Fokus Skuad Garuda dan Kesiapan Mental Hadapi Tekanan
Menjelang laga yang diprediksi berlangsung sengit ini, kapten tim Rizky Ridho memilih untuk tetap fokus pada persiapan timnya sendiri. Ia menepis berbagai potensi provokasi yang mungkin dilancarkan para pemain Vietnam di lapangan nanti. Baginya, konsentrasi penuh terhadap strategi yang disiapkan pelatih adalah kunci utama.
Di sisi lain, Vietnam juga mengaku siap menghadapi tekanan atmosfer pertandingan yang diprediksi akan berlangsung panas. Dukungan suporter Indonesia di Stadion Pakansari dipastikan akan menjadi pemain keduabelas. Mereka juga mewaspadai ketajaman penyerang Indonesia, Mitchell Baker, yang tampil impresif di laga-laga sebelumnya. Pertandingan ini dipastikan akan menjadi ujian mental dan kualitas bagi kedua tim.