KALIMANTAN BARAT — Kemenangan telak 5-1 Timnas Indonesia atas Kamboja di pembuka Piala AFF 2026, Senin (27/7/2026) lalu, memperpanjang rekor impresif Garuda. Dalam 29 tahun terakhir, Indonesia tak terkalahkan di semua kompetisi resmi. Satu-satunya noda adalah hasil imbang 1-1 di kualifikasi Piala Dunia 1998 pada 27 April 1997.
Pesta 10 Gol di SEA Games 1995 Jadi Titik Balik
Pertemuan modern yang mengubah peta kekuatan terjadi pada 6 Desember 1995 di SEA Games. Indonesia menghajar Kamboja dengan skor 10-0, yang hingga kini menjadi kemenangan terbesar Garuda atas rivalnya itu.
Empat gol dicetak Eri Irianto, tiga gol dari Kurniawan Dwi Yulianto, serta masing-masing satu gol dari Widodo Cahyono Putro, Ansyari Lubis, dan Indriyanto Nugroho. Sejak malam itu, dominasi Indonesia di atas kertas menjadi nyata di lapangan.
Era Piala AFF: Kemenangan 8-0 pada 2004 Paling Mencolok
Di ajang yang kini disebut ASEAN Cup, pertemuan pertama terjadi pada 7 September 1996 di Singapura. Kurniawan Dwi Yulianto, Peri Sandria, dan Eri Irianto memastikan kemenangan 3-0. Puncaknya, pada edisi 2004, Garuda kembali berpesta dengan skor 8-0.
Kamboja hanya mampu sekali menahan imbang Indonesia di laga kualifikasi Piala Dunia 1998. Itu pun terjadi pada era 1990-an, sebelum dominasi Garuda semakin tak terbendung di dekade berikutnya.
Sejarah Panjang: Kamboja Pernah Menang di Era 1970-an
Namun, sebelum dominasi itu, hubungan kedua tim jauh lebih berimbang. Pertemuan pertama pada 6 Agustus 1965 berakhir 0-0. Kamboja bahkan sempat mencatat dua kemenangan pada periode 1965-1974.
Pada kualifikasi Piala Asia 1972, 30 Mei 1971, Kamboja menang 2-0. Dua tahun berselang, 26 September 1973, mereka kembali unggul dengan skor 3-2. Indonesia memang lebih sering menang, termasuk dengan skor 4-0 pada 1972 dan 4-1 pada 1970, tapi persaingan masih ketat.
Jeda panjang 20 tahun setelah pertemuan-pertemuan itu membuat laga SEA Games 1995 menjadi awal baru. Dan sejak saat itu, Kamboja tak pernah lagi menjadi lawan yang sepadan bagi Garuda di pentas regional.