Pencarian

PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik, Pengacara Minta Maaf soal Pernyataan yang Rendahkan Wartawan

Rabu, 29 Juli 2026 • 10:21:31 WIB
PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik, Pengacara Minta Maaf soal Pernyataan yang Rendahkan Wartawan
Hotman Paris menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dalam pertemuan yang dimediasi Sufmi Dasco Ahmad di Jakarta.

JAKARTA — Polemik antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dengan pengacara Hotman Paris Hutapea resmi berakhir damai. Pertemuan yang digelar di Jakarta pada Selasa (28/7/2026) itu menghasilkan kesepahaman untuk menyelesaikan persoalan melalui dialog dan saling menghormati.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bertindak sebagai mediator. Ia mempertemukan langsung Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dengan Hotman Paris dalam suasana yang disebut hangat dan penuh kekeluargaan.

Permintaan Maaf Langsung dari Hotman Paris

Dalam pertemuan itu, Hotman Paris menyampaikan permintaan maaf kepada Akhmad Munir dan seluruh insan pers. Permintaan maaf itu disampaikan secara langsung atas pernyataannya yang sebelumnya menimbulkan keberatan di kalangan wartawan.

PWI menilai pernyataan Hotman Paris telah merendahkan martabat profesi wartawan. Atas dasar itu, organisasi wartawan tertua di Indonesia ini mengambil langkah hukum sebagai bentuk tanggung jawab menjaga kehormatan profesi.

PWI: Langkah Hukum Bukan untuk Permusuhan

Akhmad Munir menegaskan, langkah hukum yang ditempuh PWI sejak awal bukan dilandasi semangat permusuhan. Ia menyebut langkah itu semata-mata sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga kehormatan, martabat, dan profesionalisme wartawan.

“PWI berkewajiban menjaga kehormatan profesi wartawan. Ketika ada pernyataan yang dipandang merendahkan martabat wartawan, organisasi harus hadir dan bersikap,” ujar Akhmad Munir dalam pernyataan resmi yang diterima media.

Namun, ia menambahkan, ketika telah ada kesadaran dan permintaan maaf yang tulus, PWI juga berkewajiban mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan persatuan bangsa. “Penyelesaian ini bukan berarti membenarkan pernyataan yang pernah disampaikan. Justru melalui proses ini, tujuan menjaga martabat wartawan telah tercapai,” tegasnya.

Pencabutan Laporan dan Semangat Persatuan

Sejalan dengan kesepahaman yang dicapai, PWI Pusat akan menindaklanjuti proses administrasi pencabutan laporan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah ini diambil setelah Hotman Paris menunjukkan itikad baik dan komitmen untuk tidak mengulangi pernyataan serupa.

Akhmad Munir menyampaikan apresiasi kepada Sufmi Dasco Ahmad yang telah memediasi pertemuan tersebut. Menurutnya, penyelesaian ini menjadi contoh bahwa setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui dialog dan saling menghormati.

“Persatuan Indonesia adalah kepentingan yang lebih besar. PWI akan tetap teguh menjaga kehormatan profesi wartawan, namun ketika tujuan tersebut telah tercapai melalui permintaan maaf, dialog, dan saling menghormati, maka semangat persatuan bangsa harus kita kedepankan,” tutup Akhmad Munir.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks