KUBU RAYA — Langkah efisiensi ini diambil di tengah keterbatasan fiskal daerah. Bupati Sujiwo menyebutkan, pengurangan anggaran kegiatan yang tidak berdampak langsung pada masyarakat akan dialihkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan jaminan kesehatan warga.
Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Naik Signifikan
Dalam rancangan APBD 2027, alokasi untuk sektor pendidikan mendapat porsi terbesar. Pemerintah daerah mengincar peningkatan angka partisipasi sekolah dan perbaikan infrastruktur sekolah di wilayah pedalaman.
Di sisi lain, layanan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian serius. Pemkab Kubu Raya berencana memperluas akses puskesmas dan posyandu di desa-desa yang selama ini sulit dijangkau.
Pemangkasan Belanja Nonprioritas: Apa Saja yang Dipangkas?
Bupati Sujiwo tidak merinci secara detail pos-pos yang dipangkas. Namun, ia memastikan bahwa belanja perjalanan dinas, rapat-rapat seremonial, dan pengadaan barang yang tidak mendesak menjadi sasaran utama efisiensi.
“Kita harus berani memotong anggaran yang tidak langsung menyentuh kepentingan rakyat. Fokus kita sekarang adalah pendidikan dan kesehatan,” ujar Sujiwo dalam keterangan resmi, belum lama ini.
Dampak Langsung bagi Warga Kubu Raya
Dengan kebijakan ini, warga Kubu Raya diharapkan merasakan perbaikan layanan di sekolah dan fasilitas kesehatan. Pemerintah daerah menargetkan tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus sekolah karena faktor biaya.
Selain itu, peningkatan kualitas puskesmas diharapkan mampu menekan angka stunting dan penyakit menular di daerah perbatasan.
Fakta Singkat APBD 2027 Kubu Raya:
- Pendidikan dan kesehatan menjadi dua prioritas utama alokasi anggaran.
- Belanja nonprioritas seperti perjalanan dinas dan rapat dipangkas.
- Target: perluasan akses sekolah dan puskesmas di wilayah pedalaman.
Bupati Sujiwo menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari visi pembangunan jangka menengah Kubu Raya. Pemerintah daerah akan terus mengevaluasi realisasi anggaran agar tepat sasaran hingga akhir tahun 2027.