KUBU RAYA — MABM Kubu Raya menilai nilai-nilai luhur seperti gotong royong, hormat kepada orang tua, dan adab bertutur mulai tergerus. Organisasi ini pun menggiatkan sosialisasi di tingkat kampung dan kelurahan agar budaya Melayu kembali menjadi pedoman hidup warga.
Nilai Luhur yang Mulai Terlupakan
Ketua MABM Kubu Raya menyebut beberapa nilai inti yang perlu dibumikan kembali. Di antaranya adalah musyawarah dalam mengambil keputusan, menjaga silaturahmi, serta menghormati tetua adat.
Menurutnya, nilai-nilai ini bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan solusi untuk berbagai persoalan sosial kontemporer. "Kami ingin anak-anak muda Kubu Raya bangga menjadi orang Melayu yang beradab," ujarnya.
Sosialisasi dari Kampung ke Kampung
MABM Kubu Raya tidak hanya berhenti pada seruan. Mereka telah menyusun program sosialisasi ke desa-desa dan kelurahan di seluruh kecamatan. Kegiatannya berupa diskusi interaktif dan pelatihan adat bagi generasi muda.
Program ini menyasar pelajar, pemuda karang taruna, dan tokoh masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup etika bergaul di era digital hingga cara bertutur yang santun di media sosial.
Mengapa Nilai Luhur Perusak Dihidupkan Kembali
MABM melihat banyak kasus perkelahian antarwarga dan tindakan tidak sopan di ruang publik berakar dari hilangnya nilai-nilai adat. Dengan membumikan kembali falsafah Melayu, mereka berharap angka konflik sosial bisa ditekan.
"Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah — ini bukan sekadar pepatah. Ini panduan hidup yang relevan untuk semua zaman," tambah Ketua MABM.
Fakta Singkat MABM Kubu Raya
- MABM merupakan organisasi yang fokus pada pelestarian budaya Melayu di Kalimantan Barat.
- Kubu Raya memiliki populasi Melayu yang signifikan, dengan tradisi adat yang masih kuat di pedesaan.
- Program sosialisasi ini merupakan bagian dari agenda tahunan MABM untuk merawat identitas lokal.
Ke depan, MABM berencana menggandeng Dinas Pendidikan Kubu Raya agar nilai-nilai luhur ini masuk ke dalam muatan lokal di sekolah. Mereka yakin, pendidikan formal menjadi kunci utama agar budaya Melayu tidak punah ditelan zaman.