SAMBAS — Bupati Sambas, Satono, menyerukan gerakan membumikan Pancasila di tengah masyarakat sebagai langkah strategis membangun daerah. Menurutnya, nilai-nilai luhur Pancasila harus menjadi ruh dalam setiap aktivitas pembangunan, mulai dari tingkat RT hingga kebijakan pemerintah daerah.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Gotong royong, musyawarah, dan keadilan sosial adalah kunci menuju Sambas yang berkemajuan,” ujar Satono dalam sebuah forum di Sambas, pekan lalu.
Gotong Royong Jadi Motor Pembangunan Daerah
Bupati Satono menempatkan semangat gotong royong sebagai motor penggerak utama pembangunan. Ia mendorong warga untuk kembali menghidupkan tradisi kerja bakti dan musyawarah desa sebagai wujud nyata sila keempat dan kelima Pancasila.
“Kemajuan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Butuh partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Mari kita bangun Sambas bersama-sama, dengan semangat kekeluargaan,” tambahnya.
Pemkab Sambas Dorong Pendidikan Pancasila Sejak Dini
Pemerintah Kabupaten Sambas juga mendorong penguatan pendidikan Pancasila di lingkungan sekolah dan keluarga. Satono menilai generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keberagaman.
“Anak-anak kita harus tumbuh dengan pemahaman yang benar tentang Pancasila. Ini investasi jangka panjang untuk menjaga keutuhan bangsa,” kata Satono.
Fakta Singkat: Gerakan Bumikan Pancasila di Sambas
- Program pembumian Pancasila menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga tokoh adat.
- Gotong royong dan musyawarah desa dijadikan indikator utama keberhasilan program.
- Pemkab Sambas mengintegrasikan nilai Pancasila dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ajakan Bupati Satono ini mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh masyarakat. Mereka menilai gerakan ini relevan di tengah tantangan era digital yang kerap mengikis nilai-nilai kebangsaan. Ke depan, Pemkab Sambas berencana menggelar serangkaian sosialisasi dan pelatihan kepemimpinan berbasis Pancasila di setiap kecamatan.