SINTANG — Sebanyak 14 jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang resmi diisi melalui mekanisme seleksi terbuka atau open bidding pada tahun 2026. Proses lelang jabatan ini mencakup 15 posisi strategis, namun satu posisi masih lowong dan akan diisi melalui tahapan seleksi berikutnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sintang, yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan bahwa pengisian jabatan ini merupakan langkah untuk mengoptimalkan tata kelola pemerintahan. "Proses open bidding berjalan transparan dan kompetitif, sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujarnya dalam keterangan tertulis.
14 Posisi Terisi, Satu Masih Dibiarkan Kosong
Dari total 15 jabatan yang dilelang, 14 di antaranya telah diisi oleh pejabat yang lolos seluruh tahapan seleksi. Satu posisi yang masih kosong disebutkan akan diisi melalui mekanisme lelang ulang atau penunjukan langsung sesuai kebutuhan organisasi. Pemkab Sintang belum merinci jabatan mana yang masih lowong tersebut.
Mekanisme Seleksi Terbuka untuk 15 Jabatan
Open bidding ini digelar untuk mengisi sejumlah jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Sintang. Proses seleksi meliputi tahapan administrasi, uji kompetensi, wawancara, dan presentasi visi-misi. Seluruh rangkaian seleksi diawasi oleh tim independen untuk menjaga objektivitas dan akuntabilitas.
Dampak Pengisian Jabatan terhadap Pelayanan Publik
Pengisian jabatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas birokrasi dan pelayanan publik di Kabupaten Sintang. Dengan terisinya 14 posisi strategis, roda pemerintahan diharapkan berjalan lebih optimal, khususnya dalam pelaksanaan program-program prioritas daerah. Pemkab Sintang menargetkan seluruh jabatan yang kosong dapat terisi dalam waktu dekat.