PONTIANAK — Angka partisipasi warga Kalimantan Barat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih sangat rendah. Data terbaru menunjukkan capaian baru 2,6 persen hingga April 2026, jauh meleset dari target nasional yang dipatok 36 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Erna Yulianti, mengakui kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berbagai langkah percepatan mulai digeber agar layanan skrining bisa menjangkau lebih banyak warga.
“Capaian kita saat ini masih berada di angka 2,6 persen dan masih jauh dari target nasional. Karena itu, program CKG terus kami dorong agar layanan deteksi dini kesehatan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Erna dalam keterangannya, Selasa (15/4).
Skrining ASN Jadi Pilot Project Percepatan
Sebagai tahap awal, Pemprov Kalbar menyasar 120 pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
Pemeriksaan terhadap ASN ini diharapkan menjadi contoh bagi instansi lain dan masyarakat luas. Dengan menjadikan birokrat sebagai peserta pertama, Pemprov ingin menunjukkan bahwa program ini aman, gratis, dan penting untuk diikuti.
Deteksi Dini: Mencegah Penyakit Sebelum Parah
Menurut Erna Yulianti, program CKG memiliki peran vital dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala. Melalui deteksi dini, penyakit dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan medis bisa dilakukan lebih optimal.
“Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting dalam mencegah risiko penyakit yang lebih serius di kemudian hari,” tegasnya.
Pemprov Kalbar menargetkan perluasan layanan secara masif ke seluruh kabupaten dan kota. Seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kalbar diinstruksikan untuk mengaktifkan kembali layanan skrining gratis bagi warga.
Fakta Singkat CKG Kalbar Hingga April 2026:
- Capaian saat ini: 2,6 persen dari total sasaran nasional.
- Target nasional: 36 persen — masih tersisa gap besar yang harus dikejar.
- Langkah awal: Skrining terhadap 120 ASN Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.
- Prioritas Gubernur: Program CKG masuk dalam agenda utama Ria Norsan di bidang kesehatan.
Dengan masih rendahnya angka partisipasi, Pemprov Kalbar harus bekerja keras dalam waktu tersisa di tahun 2026. Sosialisasi ke desa-desa dan pengaktifan posyandu menjadi salah satu strategi yang mulai dijalankan agar target nasional bisa didekati.