KALIMANTAN BARAT — Bantahan ini disampaikan menyusul adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa pembangunan dapur MBG di daerah tersebut tidak sesuai standar. Pelaksana proyek menegaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan telah melalui pengawasan dan mengikuti gambar rencana yang telah disepakati.
Klaim Progres 90 Persen dan Spesifikasi Bangunan
Menurut keterangan yang diterima, capaian fisik 90 persen tersebut mencakup struktur utama bangunan, instalasi listrik, serta sanitasi dasar. Pelaksana menyebutkan bahwa sisa pekerjaan saat ini hanya berupa penyelesaian akhir atau finishing.
“Kami pastikan tidak ada pengerjaan yang asal-asalan. Semua material yang digunakan sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan standar yang diminta oleh pemberi kerja,” ujar salah satu perwakilan pelaksana proyek di lokasi, belum lama ini.
Fakta Singkat Pembangunan Dapur MBG di Nanga Dua
- Lokasi: Desa Nanga Dua, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
- Progres: Diklaim telah mencapai 90 persen, tersisa pekerjaan finishing.
- Program: Dapur ini merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak sekolah dan ibu hamil.
Bantahan Terkait Tuduhan Ketidaksesuaian Standar
Pelaksana proyek menolak tegas tuduhan bahwa pembangunan dilakukan secara sembarangan. Mereka mengaku telah berkoordinasi dengan pihak desa dan pendamping teknis selama proses konstruksi berlangsung.
“Jika ada temuan di lapangan, kami siap untuk melakukan perbaikan. Namun, tuduhan bahwa pengerjaan tidak sesuai standar adalah tidak benar,” tegasnya.
Pihak pelaksana juga menambahkan bahwa setiap tahapan pekerjaan telah didokumentasikan sebagai bukti fisik kemajuan proyek. Dokumentasi tersebut, kata dia, bisa diakses oleh pengawas internal maupun eksternal.
Target Operasional dan Manfaat bagi Warga
Setelah rampung, dapur MBG di Desa Nanga Dua ditargetkan segera beroperasi untuk melayani kebutuhan gizi anak sekolah di wilayah tersebut. Program ini diharapkan mampu menekan angka stunting dan meningkatkan asupan gizi masyarakat.
Keberadaan dapur ini juga dinilai akan menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari juru masak hingga petugas distribusi makanan. Pemerintah desa setempat sebelumnya telah menyiapkan lahan dan mendukung penuh percepatan proyek ini.
Masyarakat diimbau untuk menunggu hasil audit atau pemeriksaan resmi dari instansi terkait jika masih terdapat keraguan terhadap kualitas pembangunan. Pelaksana proyek berjanji akan menyelesaikan sisa pekerjaan dalam waktu dekat sesuai jadwal yang ditentukan.