KALIMANTAN BARAT — Peristiwa tragis itu terjadi di Ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Sabtu (23/5) siang. Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, mengatakan kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB saat pengawas toko datang untuk membuka usaha.
Pintu Terkunci, Tak Ada Sahutan
“Saat tiba di lokasi, kondisi ruko masih tertutup rapat dan tidak ada respons dari dalam,” kata Rahmat, Minggu (24/5). Rekan kerja sempat mencoba menghubungi para penghuni ruko lewat telepon, namun panggilan tidak dijawab. Karena curiga, pengawas toko meminta bantuan warga untuk membuka paksa pintu.
Setelah pintu berhasil dibobol, empat orang ditemukan di dalam kamar dalam kondisi mengenaskan. Dua korban meninggal dunia diketahui berinisial RR (24), warga Kota Tebing Tinggi, dan AA (22), warga Kabupaten Serdang Bedagai. Dua korban selamat, M (22) dan DCA (17), langsung dilarikan ke RSUD Bidadari untuk mendapat penanganan medis.
Dugaan Sementara: Keracunan Asap Genset
“Keempat korban telah dievakuasi ke RSUD Bidadari. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian. Namun dugaan sementara mengarah pada keracunan asap genset yang digunakan selama listrik padam,” jelas Rahmat.
Genset diduga dioperasikan di dalam ruangan tanpa ventilasi memadai. Akumulasi karbon monoksida dari mesin yang menyala dalam ruang tertutup menjadi penyebab paling umum kematian akibat sesak napas—risiko yang kerap diabaikan saat listrik padam berkepanjangan.
Blackout Massal yang Memicu Tragedi
Padam listrik massal melanda seluruh Sumut sejak Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB. Gangguan berdampak luas pada aktivitas rumah tangga, perkantoran, hingga layanan transportasi umum di sejumlah daerah. PLN menyebut blackout dipicu gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo - Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, akibat cuaca buruk. Gangguan itu kemudian memengaruhi sistem interkoneksi kelistrikan di Pulau Sumatra, termasuk Sumatera Utara.
Dalam kondisi darurat seperti itu, penggunaan genset menjadi pilihan instan bagi banyak pemilik usaha. Namun tanpa pengetahuan tentang sirkulasi udara dan bahaya karbon monoksida, genset bisa berubah menjadi alat pembunuh senyap. Dua karyawan toko aksesori ponsel itu menjadi korban dari situasi yang seharusnya bisa dicegah.
Hingga berita ini diturunkan, dua korban selamat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bidadari. Polisi terus mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk apakah ada kelalaian yang bisa dijerat secara pidana. Yang jelas, peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang masih menganggap remeh ventilasi saat menyalakan genset di dalam ruangan.