Pencarian

Gubernur Kalbar Ria Norsan Minta Mahasiswa Kehutanan Jadi Pelopor Aksi Nyata Pelestarian Hutan

Senin, 18 Mei 2026 • 17:38:32 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan Minta Mahasiswa Kehutanan Jadi Pelopor Aksi Nyata Pelestarian Hutan
Gubernur Kalbar Ria Norsan membuka Konferensi Nasional Sylva Indonesia XXI di Universitas Tanjungpura.

PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa mahasiswa kehutanan harus menjadi motor penggerak pelestarian hutan, bukan sekadar peserta seminar. Hal itu disampaikannya saat membuka Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) XXI di Universitas Tanjungpura (Untan), Senin (18/5/2026).

“Sylva Indonesia punya posisi strategis sebagai wadah mahasiswa kehutanan seluruh Indonesia. Forum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi tempat lahirnya gagasan dan aksi nyata,” ujar Norsan dalam sambutannya.

Konferensi yang berlangsung hingga Rabu (20/5/2026) ini mengusung tema “Sylva Indonesia sebagai Katalisator Pelestarian Keanekaragaman Hayati melalui Kolaborasi Multi-Stakeholder dalam Mewujudkan Transformasi Kehutanan yang Berkelanjutan”.

Target FOLU Net Sink 2030 Jadi Pekerjaan Rumah Bersama

Gubernur Kalbar berharap konferensi ini menghasilkan rekomendasi konkret yang berorientasi solusi, terutama dalam mendukung target Indonesia mencapai Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Ia menekankan bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan dan konservasi keanekaragaman hayati harus menjadi prioritas.

“Saya minta rekomendasi yang lahir dari forum ini aplikatif, bukan sekadar wacana. Mahasiswa harus terlibat langsung dalam pendampingan perhutanan sosial, rehabilitasi hutan, hingga pencegahan karhutla,” tambah Norsan.

Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Kehutanan RI, Rohmat Marzuki, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan RI, Mahfudz, serta Rektor Untan, Garuda Wiko.

Wamenkehut: Mahasiswa Harus Jadi SDM Unggul dan Berintegritas

Wakil Menteri Kehutanan RI, Rohmat Marzuki, menegaskan bahwa mahasiswa kehutanan adalah calon rimbawan muda yang harus dipersiapkan menjadi sumber daya manusia unggul, berintegritas, dan inovatif. Ia meminta Sylva Indonesia menjadi organisasi pembelajar yang aktif di lapangan.

“Kementerian Kehutanan berkomitmen membantu peningkatan kapasitas mahasiswa agar terlibat dalam aksi nyata, seperti pendampingan perhutanan sosial, pencegahan dan penanggulangan karhutla, rehabilitasi hutan, hingga upaya konservasi lingkungan,” pungkasnya.

Field Trip ke Ikon Budaya Pontianak Jadi Agenda Tambahan

Selain simposium nasional dan konferensi, panitia juga menjadwalkan field trip ke sejumlah ikon budaya dan sejarah di Kota Pontianak. Tujuannya memperkenalkan kekayaan budaya dan lingkungan Kalimantan Barat kepada peserta dari berbagai daerah.

“Manfaatkan momentum ini untuk membangun sinergi, memperluas jejaring, dan menghadirkan semangat inovasi dalam menjawab tantangan kehutanan,” harap Gubernur Norsan kepada seluruh peserta.

Konferensi ini diikuti perwakilan dari puluhan perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam Sylva Indonesia, organisasi mahasiswa kehutanan terbesar di tanah air. (*)

Bagikan
Sumber: jurnalis.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks