Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin menyebut jumlah angkatan kerja kini mencapai 3,04 juta orang. Namun, dari angka itu, sebanyak 2,91 juta orang tercatat sudah bekerja, naik 115,84 ribu orang dari tahun sebelumnya.
Lulusan SMK Paling Terdampak, Diploma Paling Aman
Dari sisi pendidikan, pengangguran tertinggi justru berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan TPT sebesar 5,87 persen. Angka ini jauh di atas rata-rata provinsi.
Sebaliknya, tingkat pengangguran terendah tercatat pada lulusan Diploma I/II/III, hanya 2,79 persen. Data ini menunjukkan kesenjangan antara keterampilan lulusan SMK dengan kebutuhan pasar kerja di Kalbar.
Pertanian Masih Jadi Andalan, Tapi Sektor Informal Mendominasi
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama. Jumlah pekerja di sektor ini mencapai 1,33 juta orang atau 45,70 persen dari total penduduk bekerja.
Meski begitu, pasar tenaga kerja Kalbar masih didominasi sektor informal. Sebanyak 1,70 juta orang atau 58,51 persen pekerja berada di sektor informal, sementara pekerja formal hanya 41,49 persen.
"Penduduk bekerja masih didominasi oleh tamatan SD ke bawah, yaitu sebesar 41,65 persen," ujar Saichudin dalam rilis resmi di Pontianak, Senin.
Pengangguran Kota Turun, Desa Justru Naik
Fenomena menarik terjadi berdasarkan wilayah tempat tinggal. Tingkat pengangguran di perkotaan tercatat 5,86 persen, lebih tinggi dibanding perdesaan yang hanya 3,63 persen.
Namun, BPS mencatat TPT perkotaan justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Sebaliknya, angka pengangguran di wilayah perdesaan justru meningkat.
Pekerja Paruh Waktu Makin Banyak, Setengah Pengangguran Menurun
Proporsi pekerja paruh waktu di Kalbar meningkat menjadi 29,46 persen pada Februari 2026, naik 2,23 persen poin dari tahun sebelumnya. Sementara tingkat setengah pengangguran turun menjadi 9,07 persen.
Kondisi ini menunjukkan pasar tenaga kerja Kalbar masih menghadapi tantangan serius: menciptakan lapangan kerja formal dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di tengah pertumbuhan angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahun.
Kesenjangan Gender Masih Terlihat di Pasar Kerja
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kalbar mencapai 69,65 persen, naik 2,01 persen poin. Namun, partisipasi laki-laki masih jauh lebih tinggi yakni 84,60 persen, sementara perempuan hanya 53,89 persen.
Selain sektor pertanian, sektor perdagangan besar dan eceran menyerap sekitar 12,45 persen tenaga kerja, sedangkan sektor industri menyumbang 6,68 persen.