XLSmart Pastikan XL, Smartfren, dan Axis Dapat Jaringan 5G Setara

Penulis: Pandu Wibisono  •  Rabu, 04 November 2026 | 18:33:31 WIB
XLSmart memastikan pelanggan XL, Smartfren, dan Axis memperoleh layanan jaringan 5G dari infrastruktur yang sama.

KALIMANTAN BARAT — XLSmart memastikan pelanggan XL, Smartfren, dan Axis menikmati jaringan 5G dari infrastruktur yang sama tanpa perbedaan perlakuan. Operator ini menargetkan cakupan 5G di 101 kota hingga akhir 2026, naik dari rencana sebelumnya 88 kota. Penyamaan layanan jaringan itu menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan 5G secara merata.

Senior Vice President Product & GTM Smartfren, Astiyanto Tri Muktiwibowo, menyatakan ketiga merek berada di bawah payung jaringan yang sama melalui skema Multi Operator Core Network (MOCN). Dengan skema itu, setiap titik sinyal XLSmart melayani pelanggan XL, Smartfren, dan Axis tanpa membedakan kartu yang dipakai.

Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu (4/11/2026), di tengah percepatan perluasan jaringan 5G XLSmart. Perusahaan menegaskan tidak ada perlakuan berbeda dari sisi jaringan terhadap pelanggan ketiga merek.

Apa Itu MOCN dan Mengapa Penting

MOCN memungkinkan beberapa merek layanan berbagi satu infrastruktur jaringan inti dan akses radio. Bagi XLSmart, skema ini membuat investasi jaringan 5G tidak perlu digandakan untuk tiap merek.

Astiyanto menuturkan, perbedaan yang dirasakan pelanggan lebih berkaitan dengan pilihan paket dan karakteristik produk masing-masing merek. Contohnya, Smartfren memiliki paket unlimited dengan FUP, sementara XL dan Axis punya pendekatan produk sendiri.

"Tidak ada perbedaan treatment. Tinggal di baliknya itu masalahnya, artinya layanan yang dipilih, seperti di Smartfren itu ada unlimited, ada FUP-nya. Tapi secara network, itu XLSmart melayani tiga brand tersebut," jelasnya.

Target 5G Naik Jadi 101 Kota

Kesamaan layanan jaringan berjalan seiring target perluasan cakupan 5G XLSmart. Perusahaan menargetkan jaringan generasi kelima itu menjangkau 101 kota hingga akhir 2026, meningkat dari rencana sebelumnya 88 kota.

Pada pertengahan Oktober 2026, XLSmart menyebut jaringan 5G-nya telah tersedia di lebih dari 70 kota. Perusahaan juga menargetkan cakupan yang lebih merata di area layanan, bukan hanya tersedia di titik-titik tertentu.

Sebelumnya, cakupan 5G di 88 kota diproyeksikan setara dengan sekitar 50% populasi Indonesia. Angka itu memberi gambaran seberapa besar populasi yang bisa dijangkau bila target kota terpenuhi.

Modal Spektrum: 90 MHz untuk 5G

Dari sisi infrastruktur, XLSmart menggunakan total 90 MHz spektrum frekuensi untuk layanan 5G. Rinciannya, 40 MHz pada pita 2,3 GHz dan tambahan 50 MHz pada pita 2,6 GHz.

Perusahaan juga memperoleh tambahan spektrum 30 MHz (2x15 MHz) pada pita 700 MHz melalui lelang frekuensi yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Juli 2026. Spektrum 700 MHz itu dialokasikan untuk mendukung jaringan 4G, bukan khusus 5G.

Kombinasi spektrum tersebut menjadi bagian dari strategi XLSmart memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan. Dengan infrastruktur yang digunakan bersama, pelanggan XL, Smartfren, maupun Axis dapat menikmati jaringan 5G tanpa dibedakan berdasarkan merek kartu.

Dampak bagi Pengguna dan Pasar

Bagi pengguna, penyamaan jaringan berarti kualitas sinyal 5G tidak lagi bergantung pada merek kartu yang dipilih. Konsumen bisa membandingkan paket berdasarkan harga dan kuota, bukan berdasarkan asumsi kualitas jaringan yang berbeda.

Langkah ini juga relevan bagi pelaku bisnis digital yang mengandalkan konektivitas untuk aplikasi dan layanan. Perluasan cakupan ke lebih banyak kota membuka peluang layanan berbasis 5G di wilayah yang sebelumnya belum terlayani.

Di sisi industri, model berbagi infrastruktur antar-merek menjadi cara operator menekan biaya sekaligus mempercepat rollout. XLSmart memilih jalur itu ketimbang membangun jaringan terpisah untuk tiap merek.

Perusahaan memastikan pelanggan ketiga merek dapat menikmati jaringan 5G XLSmart tanpa pembedaan. Target berikutnya adalah memastikan cakupan 101 kota terealisasi hingga akhir 2026.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top