PONTIANAK — Pengamanan difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi acara. Kanit Lantas Polsek Pontianak Utara Iptu Suhardi memimpin langsung penempatan personel di Lapangan Himalaya, Jalan Selat Panjang, Kelurahan Siantan Hulu.
Menurut Suhardi, jumlah penonton yang membludak menjadi alasan utama pihaknya turun ke lokasi. Kepadatan massa dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Antusias masyarakat yang menyaksikan acara tersebut sangat banyak sehingga berpotensi terjadi gangguan kamtibmas untuk itu kami hadir untuk memberikan pengamanan hari ini," kata Suhardi.
Polsek Pontianak Utara memetakan sejumlah risiko yang paling mungkin muncul selama festival berlangsung. Keributan antar pendukung menjadi perhatian utama, terutama karena peserta datang dari berbagai wilayah.
Selain itu, personel mengantisipasi pencurian helm dan pencurian sepeda motor di area parkir. Titik-titik yang dinilai rawan mendapat penjagaan lebih ketat.
"Potensi gangguan yang mungkin terjadi diantaranya keributan antar pendukung, pencurian helm hingga pencurian sepeda motor menjadi prioritas kami untuk mencegah dengan menempatkan personel kami dititik yang berpotensi rawan hal tersebut," ujar Suhardi.
Festival kelayang seni kali ini diselenggarakan oleh komunitas Kelayang Bertandang Kalbar. PT PLN (Persero) Kalbar turut bekerja sama sebagai penyelenggara.
Acara tersebut juga dimaksudkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Warga diajak memahami bahaya bermain layang-layang jika dilakukan di tempat yang tidak semestinya, terutama di area yang berdekatan dengan jaringan listrik.
Puluhan peserta dari Kota Pontianak dan sekitarnya hadir memeriahkan festival. Keramaian penonton membuat pengaturan lalu lintas di Jalan Selat Panjang dan sekitarnya menjadi bagian penting dari pengamanan.
Personel Polsek Pontianak Utara tidak hanya menjaga ketertiban massa. Mereka juga membantu kelancaran arus lalu lintas di sekitar Lapangan Himalaya selama acara berlangsung.
Penempatan personel di titik rawan dilakukan sejak acara dimulai. Langkah tersebut untuk memastikan festival berjalan tanpa insiden yang merugikan peserta maupun penonton.