PONTIANAK — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai transportasi berbasis aplikasi sudah menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari warga, termasuk menopang usaha mikro, kecil, dan menengah. Lewat layanan pengantaran makanan dan barang, pelaku UMKM mendapat kesempatan menjangkau konsumen lebih luas.
Edi juga menyoroti bahwa banyak pengemudi ojol merupakan tulang punggung keluarga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di jalan. Karena itu, keberadaan rumah singgah di Jalan Maluku diharapkan tidak hanya memberi kenyamanan, tetapi juga membuka peluang kegiatan produktif bagi komunitas pengemudi.
Bangunan yang kini difungsikan sebagai rumah singgah sebelumnya merupakan rumah dinas Radio Republik Indonesia (RRI) yang sudah lama tidak ditempati. Melihat kondisi bangunan kosong, Paguyuban Ojol Korps Sportif Bersatu (KSB) mengajukan permohonan pemanfaatan kepada pimpinan RRI dan mendapat persetujuan.
Pemanfaatan bersifat pinjam pakai selama bangunan belum digunakan kembali oleh RRI. Secara lisan, izin penggunaan disampaikan untuk jangka waktu satu tahun, dengan kemungkinan berlanjut apabila bangunan masih belum dibutuhkan.
Ketua Paguyuban Ojol KSB Herianto menegaskan rumah singgah tidak dikhususkan untuk satu komunitas. Pengemudi dari Gojek, Grab, Shopee, Maxim, hingga aplikasi lokal lain boleh memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Paguyuban KSB sendiri menaungi sekitar 20 komunitas pengemudi ojol. Dengan latar belakang komunitas dan aplikator yang beragam, rumah singgah diharapkan mempererat hubungan antarpengemudi.
"Rumah singgah ini bukan hanya untuk satu komunitas, tetapi terbuka bagi seluruh ojol. Semua komunitas boleh datang ke sini," jelas Herianto.
Herianto menyebut fasilitas itu sangat membantu pengemudi yang sehari-hari menghabiskan banyak waktu di jalan untuk mencari nafkah. Selain beristirahat dan mengisi daya telepon genggam, pengemudi bisa berbincang, berdiskusi, sekaligus merencanakan kegiatan sosial.
"Kami sangat terbantu dengan adanya rumah singgah ini. Kawan-kawan ojol bisa beristirahat, mengisi daya HP, berbincang, berdiskusi, sekaligus merencanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial," ujarnya.
Melalui paguyuban, para pengemudi dapat menghimpun bantuan maupun terlibat langsung sebagai relawan ketika dibutuhkan masyarakat. Bagi Herianto, rumah singgah di Jalan Maluku bukan sekadar tempat berteduh, melainkan simbol kebersamaan pengemudi dari berbagai komunitas yang punya semangat saling membantu.
Pemerintah Kota Pontianak membuka peluang sinergi dan kolaborasi dengan komunitas pengemudi ojol dalam berbagai program pembangunan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Pemkot Pontianak akan terus berupaya membangun sinergi dan kolaborasi agar pengemudi ojek online dapat terus eksis dan berperan dalam berbagai program kegiatan, termasuk kegiatan sosial dan kegiatan produktif yang bermanfaat bagi warga," kata Edi.
Herianto menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Wali Kota Pontianak saat hadir di rumah singgah. Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung penyediaan fasilitas bagi para pengemudi.
Dengan hadirnya rumah singgah pertama ini, Paguyuban KSB berharap solidaritas antarpengemudi semakin kuat dan komunitas ojol terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kota Pontianak.