MEMPAWAH — Sebanyak 71 wisudawan menerima gelar sarjana dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung BP2TD Mempawah. Ketua Panitia Wisuda, Dofir, menyebut angka itu terdiri dari lulusan empat program studi unggulan di lingkungan kampus.
Keempat program studi tersebut yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Tadris Bahasa Inggris (TBI), Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan Ahwal Al-Syakhshiyyah (AS). Komposisi ini menegaskan posisi STAI Mempawah sebagai salah satu penyuplai tenaga pendidik dan praktisi syariah di Kabupaten Mempawah.
Hadir dalam sidang senat terbuka itu Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi, unsur Forkopimda, Ketua Kopertais Wilayah XI Kalimantan Nida Mufidah, pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Mempawah, kepala sekolah, kepala madrasah, Ketua Yayasan Asmaul Husna, serta jajaran civitas akademika.
Ketua STAI Mempawah Ismail menegaskan kualitas SDM merupakan kunci utama memajukan pendidikan tinggi. Menurutnya, kampus terus berproses ke arah itu, salah satunya dibuktikan dengan rampungnya studi Program Doktoral sejumlah dosen di lingkungan STAI Mempawah.
Peningkatan kualifikasi dosen itu dinilai penting karena berimbas langsung pada mutu pembelajaran yang diterima mahasiswa. Ismail menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Ketua Kopertais Wilayah XI Kalimantan Nida Mufidah meminta para wisudawan tidak lekas berpuas diri setelah menyandang gelar sarjana. Ia menekankan pentingnya semangat belajar berkelanjutan sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan pengabdian.
"Para wisudawan diminta untuk tidak berhenti belajar. Belajar dan terus belajar," ujarnya.
Pesan itu sejalan dengan tema wisuda yang mengangkat pengembangan SDM unggul. Menurut panitia, tema tersebut dipilih karena lulusan perguruan tinggi dituntut memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Pembangunan SDM unggul melalui pendidikan dijelaskan lewat empat pilar penting. Pertama, berpendidikan — setiap warga negara dijamin UUD memperoleh pendidikan formal minimal tingkat SMA untuk membentuk karakter berakhlak, berilmu, dan unggul.
Kedua, terdidik — hasil proses pembelajaran, penelitian, hingga penyusunan karya ilmiah di perguruan tinggi yang membentuk kompetensi intelektual serta keterampilan profesional. Ketiga, maju — kemajuan perguruan tinggi tidak lepas dari dukungan Pemkab Mempawah, masyarakat, pimpinan pondok pesantren, dan kepala sekolah di daerah.
Keempat, unggul (good oriented outcome) — lulusan STAI Mempawah dituntut berorientasi pada hasil nyata, yakni memberi manfaat luas bagi warga, produktif sesuai bidang keahlian, serta aktif mengabdi dalam kegiatan sosial dan gotong royong.
Dengan kelulusan 71 sarjana baru, STAI Mempawah berharap para alumni mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dan menjaga nama almamater. Kontribusi mereka diharapkan nyata dalam pembangunan SDM di Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat secara keseluruhan.
Dukungan Pemkab Mempawah dan para pemangku kepentingan pendidikan dinilai menjadi landasan bagi kampus untuk terus berkembang menjadi institusi yang maju dan kompetitif. Prosesi wisuda ke-IX ini menutup rangkaian tahun akademik 2026/2027 di STAI Mempawah.