PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar seleksi terbuka untuk mengisi jabatan strategis di lingkungan pemprov. Dari 12 peserta yang mendaftar, tujuh orang merupakan pejabat dari jajaran Pemprov Kalbar dan lima lainnya berasal dari pemerintah kabupaten.
Seleksi ini digelar untuk mencari sosok yang memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Salah satu posisi yang diperebutkan adalah Sekretaris Daerah, jabatan yang lowong setelah Harisson resmi pensiun pada 1 September 2026.
Kekosongan kursi Sekda Kalbar menjadi latar utama seleksi terbuka kali ini. Harisson pensiun pada 1 September 2026, sehingga Pemprov Kalbar perlu menunjuk pejabat definitif melalui mekanisme seleksi yang terbuka.
Pejabat Sekda Kalbar, Hendra, menyatakan seleksi bertujuan mendapatkan sosok yang memiliki kompetensi, integritas dan kemampuan mengkoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
"Seleksi kali ini bertujuan mendapatkan sosok yang memiliki kompetensi, integritas dan kemampuan mengkoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan daerah," kata Hendra.
Tahapan seleksi selanjutnya mencakup penyusunan makalah dan penyampaian gagasan. Kedua tahap itu dipakai untuk menilai kapasitas serta pemikiran para kandidat yang lolos ke fase berikutnya.
Pemprov Kalbar berharap proses seleksi berjalan profesional, transparan dan objektif. Hasilnya diharapkan menghasilkan Sekda yang mampu memperkuat kinerja pemerintahan serta mendorong pembangunan di Kalimantan Barat.
Dengan tujuh peserta dari internal Pemprov dan lima dari kabupaten, seleksi ini mempertemukan pejabat yang sudah memahami birokrasi provinsi dengan kandidat dari daerah yang membawa pengalaman pemerintahan lokal.