PONTIANAK — Mutasi di tubuh Polri menempatkan Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar di kursi Kapolda Kalimantan Barat. Sebelumnya, posisi itu dipegang Irjen Pol Pipit Rismanto. Pergantian tercatat dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026.
Alberd bukan nama baru di lingkungan korps. Ia lulusan Akademi Kepolisian 1994 dengan predikat lulusan terbaik dan meraih Adhi Makayasa. Penghargaan itu menjadikannya satu dari sedikit perwira yang menonjol sejak pendidikan.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merupakan teman seangkatan Alberd di Akpol 1994. Keduanya sama-sama meniti karier di bidang reserse. Jalur itu yang membentuk pengalaman keduanya dalam penanganan kasus.
Dari 11 Kapolda yang memimpin sejumlah Polda di Indonesia saat ini, Alberd termasuk di antaranya yang berasal dari angkatan yang sama dengan Kapolri. Pola penempatan ini menunjukkan kedekatan generasi dalam struktur kepemimpinan Polri.
Pengalaman Alberd di bidang reserse menjadi modal utama saat memimpin Polda Kalbar. Wilayah Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara lain dan memiliki tantangan keamanan tersendiri, mulai dari perlintasan ilegal hingga peredaran barang terlarang.
Sebagai Kapolda, ia kini bertanggung jawab atas pengamanan wilayah yang mencakup sejumlah kabupaten dan kota di Kalbar. Struktur kewenangan itu mencakup pengawasan Polres dan Polresta di seluruh provinsi.
Pelantikan Alberd merupakan bagian dari rotasi jabatan yang tertuang dalam surat telegram bertanggal 7 Mei 2026. Mutasi semacam ini lazim dilakukan untuk penyegaran organisasi dan penyesuaian kebutuhan operasional.
Jabatan Kapolda Kalbar resmi diemban Alberd sejak 4 Juli 2026. Sejak itu, ia memimpin jajaran kepolisian di provinsi yang berbatasan darat dengan Malaysia tersebut.