IHSG Berpotensi Melemah, Analis Rekomendasikan Saham EMAS hingga ADRO

Penulis: Pandu Wibisono  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:37:01 WIB
IHSG diproyeksikan melemah dengan support krusial di level 5.850–5.800.

KALIMANTAN BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih melemah pada perdagangan Rabu (14/10), dengan support krusial di level 5.850–5.800. Di tengah tekanan itu, sejumlah analis merekomendasikan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), hingga PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) untuk dicermati. Pergerakan indeks hari ini turut dipengaruhi rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) September yang naik ke 3,6 persen.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG belum lepas dari tekanan jual. Secara teknikal, candle terakhir membentuk pola hammer di area support 5.850–5.800, yang membuka peluang terjadinya technical rebound. Namun indikator MACD masih menunjukkan momentum bearish, sehingga konfirmasi penguatan tetap diperlukan sebelum indeks benar-benar berbalik arah.

"Jika support ditembus, IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menuju 5.750, sementara resistance terdekat berada di 6.000–6.020," tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas.

Support adalah area harga yang diyakini menjadi titik terendah pada satu waktu, tempat harga biasanya kembali naik karena pembelian meningkat. Adapun resistance adalah level harga tertinggi yang setelah disentuh biasanya memicu aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan tertahan.

Sentimen CPI AS dan Geopolitik Jadi Penekan

Perhatian pasar hari ini tertuju pada rilis CPI AS September dengan inflasi tahunan 3,6 persen, naik dari 3,4 persen pada Agustus. Realisasi di atas ekspektasi berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan rupiah serta aliran dana asing ke pasar domestik.

Selain data inflasi, perkembangan geopolitik dan sentimen terkait MSCI masih perlu dipertimbangkan pelaku pasar. Kombinasi faktor eksternal ini membuat ruang penguatan IHSG terbatas dalam jangka pendek.

Saham Pilihan Dua Sekuritas

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk dicermati, yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Ketiganya dinilai memiliki peluang di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjagokan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Menurut dia, tekanan penurunan IHSG diperkirakan mulai terbatas karena indeks telah mencapai area wave (X) dengan support paling krusial di 5.851.

"Namun berdasarkan indikator teknikal, Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, sementara volume perdagangan mulai mengalami penurunan," kata Nafan.

Peluang Rebound Selektif

Nafan menilai IHSG masih memiliki peluang technical rebound yang selektif pada perdagangan hari ini. Tekanan jual belum sepenuhnya mereda, meski investor asing kembali mencatatkan net buy pada perdagangan sebelumnya.

Bagi investor, kondisi ini menuntut kehati-hatian dalam memilih saham. Rekomendasi analis dapat menjadi acuan, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing dan perkembangan sentimen global yang bergerak cepat.

Pergerakan IHSG hari ini akan menjadi penanda apakah level support 5.850 mampu bertahan, atau indeks justru melanjutkan pelemahan menuju 5.750 seperti yang diperkirakan tim riset BRI Danareksa.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top