KUBU RAYA — Disbunnak Kabupaten Kubu Raya menggelar pelayanan langsung bagi masyarakat dalam rangkaian peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190. Selain bazar pangan murah, warga yang datang dapat membawa anjing dan kucing untuk memperoleh vaksinasi rabies tanpa biaya.
Kegiatan berlangsung di halaman kantor dinas setempat, Kamis (17/9/2026). Kepala Disbunnak Kubu Raya, Elfizar Edrus, menyebut momentum tersebut sekaligus untuk meningkatkan perhatian warga terhadap kesehatan ternak, terutama di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang turut dirasakan peternak di daerah itu.
Elfizar menjelaskan, kabut asap dan perubahan kualitas lingkungan akibat karhutla berdampak pada kondisi hewan ternak milik warga. Pemerintah menyiapkan dukungan berupa vitamin, obat-obatan, dan peralatan yang dibutuhkan peternak.
"Karhutla ini dampaknya juga dirasakan oleh ternak-ternak yang ada di Kabupaten Kubu Raya. Karena itu, melalui kegiatan ini kami juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah akan memberikan dukungan untuk kesehatan hewan, termasuk vitamin, obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan," ujar Elfizar.
Dukungan tersebut akan disalurkan lewat anggaran pemerintah pusat untuk penanganan dampak karhutla. Bantuan diharapkan membantu peternak menjaga kondisi hewan yang terdampak perubahan lingkungan akibat kebakaran.
Pada bazar yang digelar bersamaan, Disbunnak menyiapkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Produk yang tersedia meliputi telur, minyak goreng, fillet daging ayam, daging blade, daging bakso, serta sejumlah produk olahan pangan lainnya.
Jumlah minyak goreng yang disiapkan sekitar 500 paket, sementara telur yang didistribusikan mencapai sekitar 12.000 butir. Elfizar berharap kegiatan pelayanan langsung seperti itu membuat masyarakat semakin mengenal fungsi dan layanan dinasnya.
"Harapan kami, kegiatan seperti ini membuat masyarakat semakin memahami fungsi dan pelayanan Dinas Perkebunan dan Peternakan. Kalau masyarakat menghadapi kendala atau membutuhkan informasi terkait peternakan maupun kesehatan hewan, jangan ragu untuk menyampaikannya kepada kami," katanya.
Layanan vaksinasi rabies gratis mendapat dukungan tenaga dokter hewan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat. Sasaran awal kegiatan ini sebanyak 50 hewan peliharaan warga di sekitar lokasi acara.
Medik Veteriner Disbunnak Kubu Raya, drh. Juli Yanti, menyatakan jumlah tersebut dapat bertambah bila masyarakat yang membawa hewan peliharaannya melebihi target. Pelayanan juga akan dilanjutkan melalui kunjungan ke sejumlah desa.
"Rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular kepada manusia. Kalau sudah terkena manusia, dampaknya sangat berbahaya dan tingkat kematiannya tinggi. Karena itu, salah satu upaya pencegahan dan pengendaliannya adalah melalui vaksinasi," jelas Juli.
Disbunnak bersama pemerintah desa menjadwalkan pelayanan door to door di desa-desa dengan populasi anjing, kucing, dan hewan peliharaan lain yang cukup tinggi. Langkah itu ditempuh agar cakupan vaksinasi lebih merata.
Juli mengimbau warga mengenali perubahan perilaku hewan yang mengarah pada dugaan rabies, seperti menjadi lebih agresif atau galak, mengeluarkan air liur berlebihan, hingga perubahan perilaku secara umum. Meski begitu, ada pula kasus rabies ketika hewan tidak menunjukkan gejala yang jelas.
"Karena rabies tidak memiliki pengobatan, pencegahan menjadi sangat penting. Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mencegah dan mengendalikan penyakit rabies pada hewan," pungkasnya.
Rangkaian kegiatan ini berkaitan dengan peringatan World Rabies Day yang jatuh setiap 28 September. Melalui Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, Disbunnak Kubu Raya menggabungkan akses pangan murah dengan perluasan edukasi dan pelayanan kesehatan hewan bagi masyarakat.