TotalEnergies Borong Aset Energi Terbarukan Shell di Eropa, Raksasa Migas Ini Pilih Fokus ke LNG

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:13:31 WIB
TotalEnergies mengakuisisi portofolio energi terbarukan Shell di Eropa dengan kapasitas sekitar 500 MW.

KALIMANTAN BARAT — Kesepakatan yang diumumkan pekan lalu ini menjadi salah satu transaksi terbesar di sektor energi terbarukan Eropa. Meski nilai transaksi dirahasiakan, portofolio yang berpindah tangan mencakup pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang sudah beroperasi atau tengah dibangun dengan kapasitas sekitar 500 megawatt (MW), terutama di Italia dan Belanda. Selain itu, TotalEnergies juga mendapatkan hak atas proyek pengembangan tenaga surya, angin, dan penyimpanan baterai di Italia, Inggris, dan Spanyol dengan total kapasitas 3,5 GW.

Kinerja Moncer di Tengah Perubahan Strategi

Keputusan Shell ini bukan tanpa alasan. Di bawah kepemimpinan CEO Wael Sawan, perusahaan secara agresif memangkas investasi di sektor rendah karbon dan mengalihkannya ke proyek migas yang imbal hasilnya lebih tinggi. Strategi ini terbukti ampuh: pekan lalu Shell melaporkan laba kuartal II yang melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding periode sama tahun lalu, mencatatkan level tertinggi kedua sepanjang sejarah perusahaan.

Kenaikan tersebut ditopang oleh harga energi yang tinggi dan kinerja perdagangan LNG yang kuat. Menariknya, segmen energi terbarukan dan solusi energi justru membukukan laba disesuaikan sebesar US$79 juta, berbalik dari kerugian US$9 juta pada kuartal II tahun sebelumnya. Meski begitu, Shell tetap pada pendiriannya untuk memfokuskan bisnis kelistrikan pada penyediaan solusi bagi pelanggan skala besar, memadukan pembangkit terbarukan dengan pembangkit berbasis hidrokarbon yang pasokannya lebih stabil.

Saat ini Shell masih memiliki kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan yang beroperasi sekitar 4,5 GW. Tren serupa juga dilakukan pesaing asal Inggris, BP, yang kembali memfokuskan diri pada bisnis minyak dan gas setelah sebelumnya memangkas investasi di energi terbarukan.

TotalEnergies Justru Ekspansi Besar-besaran

Di sisi lain, TotalEnergies justru bergerak sebaliknya. Pada hari yang sama, perusahaan asal Prancis ini juga mengumumkan penjualan 50% saham dalam portofolio energi terbarukan Eropa berkapasitas 1,2 GW kepada perusahaan investasi global KKR. Nilai portofolio tersebut ditetapkan sebesar €1,8 miliar atau sekitar US$2,08 miliar.

Dua transaksi ini menunjukkan strategi ganda TotalEnergies: membangun kapasitas pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dan gas di pasar utama yang sudah terderegulasi, sambil melepas hingga separuh kepemilikan aset untuk membukukan keuntungan. Saat ini TotalEnergies memiliki portofolio aset energi terbarukan di Eropa dengan kapasitas terpasang kotor atau dalam konstruksi hampir 10 GW, ditambah 27 GW yang masih dalam tahap pengembangan.

Kesepakatan ini ditargetkan rampung pada akhir 2026. Bagi TotalEnergies, akuisisi ini memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terbesar di sektor energi terbarukan Eropa, sekaligus memberi sinyal bahwa transisi energi masih menjadi prioritas bagi sebagian raksasa migas, meski tidak bagi semua.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top