Gangguan ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 06.10 ET atau 11.10 BST, dan laporan masalah terus meningkat di platform pemantau Downdetector. Hingga siang hari, lebih dari 1.200 laporan masuk dari pengguna yang mengeluhkan Gemini tidak merespons atau gagal dimuat sama sekali.
Setelah hampir lima jam tanpa pernyataan resmi, Google akhirnya mengakui masalah ini melalui halaman status Google Workspace. Perusahaan menulis bahwa tim teknik mereka masih menyelidiki gangguan yang dimulai pukul 03.26 PDT.
"Kami mohon maaf kepada semua yang terdampak oleh gangguan ini," tulis Google dalam pernyataan resminya. Pembaruan berikutnya dijadwalkan pada pukul 08.00 PDT, atau sekitar 22.00 WIB.
Menariknya, beberapa pengguna paket berbayar Gemini Pro melaporkan masih bisa menghasilkan gambar menggunakan layanan tersebut. Namun, hal ini tidak konsisten dan belum bisa dijadikan patokan. Seorang anggota tim Tom's Guide dengan nama pengguna Liggerz87 berhasil menggunakan Gemini Pro untuk membuat gambar, sementara pengguna lain tetap mengalami error.
Google sendiri melalui dasbor Workspace Status menyatakan belum ada solusi sementara yang bisa diandalkan. Beberapa pengguna menemukan trik dengan mengetik ulang pertanyaan yang sama secara cepat, tapi metode ini sangat tidak stabil dan tidak bisa direproduksi secara konsisten.
Gangguan ini datang di saat yang tidak tepat bagi raksasa mesin pencari tersebut. Google baru saja menyelesaikan konferensi pengembang tahunan Google I/O, di mana mereka memperkenalkan Gemini 3.5 Flash — model AI terbaru yang dirancang untuk menangani tugas multi-langkah, memelihara proyek perangkat lunak, dan mengoordinasikan "subagen" dengan pengawasan manusia yang jauh lebih sedikit.
Ambisi Google untuk menggeser AI dari sekadar chatbot menuju "agentic AI" — sistem yang bisa bertindak mandiri — kini mendapat ujian nyata di depan mata publik.
Laporan di Downdetector juga menunjukkan sedikit peningkatan gangguan pada layanan Anthropic, Claude. Meski belum bisa dipastikan apakah ini efek domino atau kebetulan, situasi ini mengingatkan bahwa infrastruktur AI global masih rapuh. Bahkan Grok, AI milik xAI milik Elon Musk, mengakui bahwa "masalah scaling sistem yang andal dan cepat di tingkat global bukanlah perkara sepele."
Bagi pengguna yang membutuhkan alternatif, beberapa layanan AI lain seperti ChatGPT, Claude, dan Grok masih berfungsi normal. Tapi bagi pengguna yang menggantungkan pekerjaan pada Gemini — termasuk kemungkinan pengguna di Indonesia — gangguan selama berjam-jam seperti ini jelas mengganggu produktivitas.