PSG Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti, Pertahankan Gelar Liga Champions

Penulis: Ujang Rahmat  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 03:03:01 WIB
PSG merayakan kemenangan adu penalti atas Arsenal untuk mempertahankan gelar Liga Champions.

KALIMANTAN BARAT — Laga yang berlangsung di stadion netral itu menyajikan tensi tinggi sejak menit awal. Arsenal unggul lebih dulu lewat gol Kai Havertz pada babak pertama, memanfaatkan umpan Leandro Trossard yang membuyarkan sapuan Marquinhos. PSG baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-65 melalui penalti Ousmane Dembélé setelah Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di kotak terlarang.

Drama Adu Penalti: Eksekusi Terakhir yang Patahkan Harapan

Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit. Adu penalti pun menjadi penentu. Eberechi Eze yang masuk sebagai pemain pengganti gagal mencetak gol di putaran kedua, namun David Raya mampu menebusnya dengan menggagalkan tendangan Nuno Mendes di putaran ketiga.

Situasi menegangkan terjadi saat Gabriel Magalhães maju sebagai eksekutor kelima Arsenal. Bek tengah andalan Arteta itu sempat terhambat oleh wasit Daniel Siebert sebelum mengambil ancang-ancang. Tendangan kerasnya melambung tinggi di atas mistar gawang PSG, memastikan Les Parisiens keluar sebagai juara.

Strategi Bertahan Arsenal yang Hampir Sempurna

Arteta memang mendesain laga ini dengan pendekatan defensif. Ia memasang empat bek tengah di lini belakang — Cristhian Mosquera, Gabriel, William Saliba, dan Piero Hincapie — untuk membendung serangan PSG. Declan Rice dan Myles Lewis-Skelly menjadi benteng di depan mereka. Hasilnya, PSG frustrasi sepanjang babak pertama.

“Mosquera memenangkan duel besar melawan Kvaratskhelia, Gabriel jadi penghancur satu orang,” demikian gambaran performa lini belakang Arsenal dalam laporan pertandingan. Namun, satu celah di babak kedua cukup untuk menghukum mereka.

Havertz Kembali Jadi Bintang Final, Kali Ini untuk Arsenal

Gol Havertz di babak pertama mengingatkan pada final 2021, saat ia mencetak gol kemenangan untuk Chelsea melawan Manchester City. Striker Jerman itu menerima bola dari Trossard, berlari dari tengah lapangan, lalu melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang dari sudut sempit. Kiper PSG, Matvey Safonov, tidak menduga bola akan melambung tinggi sehingga lengannya tetap di samping badan.

Dampak: PSG Kokohkan Status Dinasti, Arsenal Menunggu Lagi

Bagi PSG, ini adalah pembuktian sebagai tim dinasti — prestasi langka mempertahankan gelar Liga Champions. Bagi Arsenal, kekalahan ini terasa pahit. Mereka baru saja memenangi Premier League pertama dalam 22 tahun dan berpeluang menjadi legenda dengan gelar Eropa perdana. Namun, peluang itu sirna dalam drama 12 langkah.

Arsenal kini harus mengevaluasi ulang strategi musim depan. Sementara itu, PSG bisa merayakan dominasi mereka di panggung tertinggi Eropa.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top