DPRD Ketapang Soroti Serapan Anggaran 2026, OPD Diminta Percepat Realisasi Program Demi Kesejahteraan Warga

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:02:15 WIB
DPRD Ketapang dorong percepatan realisasi program APBD 2026 demi kesejahteraan warga.

KETAPANG — Komisi II DPRD Ketapang meminta setiap OPD untuk tidak menunda pelaksanaan program yang sudah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Permintaan ini muncul setelah evaluasi menunjukkan sejumlah program masih belum bergulir secara optimal meski tahun anggaran telah berjalan.

Evaluasi Serapan Anggaran: Masih Banyak Program Mandek

Anggota Komisi II DPRD Ketapang, Muhammad Rizky, mengungkapkan bahwa keterlambatan realisasi program berpotensi menghambat target pembangunan daerah. "Kami tidak ingin ada program yang hanya menjadi dokumen di atas kertas. Masyarakat butuh dampak nyata, terutama di bidang infrastruktur dan kesehatan," ujarnya dalam rapat dengar pendapat, Senin lalu.

Data yang dihimpun DPRD menunjukkan beberapa OPD masih berkutat pada tahap lelang dan administrasi. Akibatnya, proyek fisik seperti perbaikan jalan desa dan pengadaan alat kesehatan di puskesmas belum dimulai.

Dampak Langsung ke Warga: Pelayanan Publik Terancam Tertunda

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ketapang, Andi Suherman, mengakui keterlambatan serapan juga dipengaruhi oleh proses tender yang berbelit. "Kami sedang mengejar target agar kontrak bisa ditandatangani sebelum pertengahan tahun. Jika tidak, dampaknya akan terasa pada akses warga ke jalan hotmix yang rusak," jelasnya.

DPRD menekankan bahwa percepatan realisasi bukan hanya soal angka, melainkan soal kepentingan publik. Di beberapa kecamatan, warga masih mengeluhkan kondisi jalan rabat beton yang ambles dan sulit dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian.

Target Percepatan: OPD Harus Lapor Realisasi Setiap Bulan

Untuk mengawal proses ini, DPRD Ketapang meminta setiap OPD menyampaikan laporan realisasi fisik dan keuangan setiap bulan. Langkah ini dianggap sebagai bentuk pengawasan ketat agar tidak ada anggaran yang mengendap tanpa manfaat.

Ketua DPRD Ketapang, Zainuddin, menambahkan bahwa pihaknya akan memanggil langsung kepala OPD yang realisasi programnya di bawah 50 persen hingga akhir triwulan kedua. "Ini bukan soal mencari kesalahan, tapi memastikan uang rakyat bekerja untuk rakyat," tegasnya.

  • Fakta Singkat:
  • Hambatan utama: proses lelang dan administrasi yang lambat di beberapa OPD.
  • Dampak langsung: proyek infrastruktur desa dan pengadaan alat kesehatan tertunda.
  • Langkah DPRD: pengawasan bulanan dan pemanggilan OPD dengan realisasi rendah.

Apa Langkah Selanjutnya? Jadwal Ketat Hingga Akhir Tahun

DPRD dan Pemkab Ketapang sepakat untuk menggelar rapat koordinasi khusus setiap dua pekan sekali. Forum ini diharapkan menjadi ruang solusi atas kendala teknis di lapangan, termasuk soal ketersediaan bahan baku dan kontraktor.

Masyarakat diharapkan bisa merasakan hasil dari percepatan ini sebelum akhir 2026, terutama perbaikan akses jalan dan peningkatan layanan di posyandu serta puskesmas. DPRD berjanji akan terus memantau hingga program benar-benar terealisasi.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top