PONTIANAK — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pontianak resmi meluncurkan Gerakan Literasi dan Edukasi Digital atau GLIMOLING, sebuah program yang dirancang untuk memperkuat literasi digital dan akses pendidikan di Kalimantan Barat. Inisiatif ini tidak hanya menyasar sekolah di pusat kota, tetapi juga menjangkau daerah pelosok yang selama ini terhambat oleh keterbatasan sinyal dan perangkat.
GLIMOLING merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN yang bertajuk "PLN Peduli". Lewat program ini, PLN ingin memastikan bahwa kesenjangan akses pendidikan digital di Kalbar bisa ditekan, terutama di wilayah-wilayah yang masuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Program ini mencakup pengadaan perangkat pendukung belajar digital, seperti tablet, proyektor, dan paket data internet. PLN juga menggelar pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan agar mampu mengoptimalkan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Selain itu, GLIMOLING menyediakan konten pembelajaran digital yang bisa diakses secara luring. Ini menjadi solusi bagi sekolah di daerah yang belum memiliki jaringan internet stabil. Materi pelajaran disesuaikan dengan kurikulum nasional dan dikemas dalam format interaktif.
Manajer PLN UP3 Pontianak, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, menyebutkan bahwa program ini akan digulirkan secara bertahap. Tahap awal menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Kubu Raya, Landak, dan Bengkayang. Pemilihan lokasi didasarkan pada data daerah dengan indeks akses digital rendah.
“Kami ingin anak-anak di pedalaman Kalbar tidak tertinggal. Bukan hanya soal perangkat, tapi juga cara menggunakannya secara bijak dan produktif,” tulisnya.
GLIMOLING diharapkan mampu meningkatkan kompetensi digital siswa dan guru di Kalimantan Barat. Dalam jangka panjang, program ini juga menjadi fondasi bagi pengembangan sekolah berbasis teknologi di daerah-daerah yang selama ini terisolasi secara digital.
PLN juga menggandeng Dinas Pendidikan setempat serta komunitas literasi digital untuk memastikan program berjalan berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan setiap tiga bulan untuk mengukur efektivitas penggunaan perangkat dan materi ajar.
Dengan hadirnya GLIMOLING, PLN berharap bisa menjadi motor penggerak transformasi pendidikan digital di Kalimantan Barat. Program ini membuktikan bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas tidak lagi menjadi monopoli kota besar, tetapi bisa dirasakan hingga ke pelosok negeri.