PONTIANAK — Pekan Raya Pontianak (PRP) yang berlangsung selama 14 hari di Rumah Radakng terbukti menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Ketua Panitia PRP, Solihin, mencatat total perputaran uang selama sepuluh hari pertama mencapai Rp 1,3 miliar, dengan omzet kotor setiap stand UMKM tembus Rp 20 juta.
Sebanyak 65 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengisi arena PRP tahun ini. Solihin mengungkapkan, antusiasme masyarakat tidak surut meski hujan mengguyur malam penutupan, Rabu (13/5/2026).
“Roda ekonomi mampu berputar meski di tengah kondisi ekonomi seperti ini,” ujar Solihin kepada awak media.
Hiburan musik, arena permainan, dan kuliner murah meriah menjadi daya tarik utama. Satarudin menambahkan, PRP kedua ini mampu menjadi magnet bagi warga Pontianak dan sekitarnya untuk hadir langsung ke lokasi.
Satarudin mengapresiasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang membuka layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di lokasi PRP. Menurutnya, ini bukti program pemerintah hadir langsung di tengah keramaian warga.
“Di sana, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dari pemerintah sekaligus menikmati suguhan yang ada di PRP,” ungkapnya.
Tak hanya Bapenda, Dinas Kesehatan dan petugas BPBD unit pemadam kebakaran (damkar) juga disiagakan selama event berlangsung. Satarudin menekankan, kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) ini harus diperkuat pada edisi ketiga tahun 2027.
Ketua DPRD Pontianak mendorong agar tahun depan stand pelayanan dari setiap OPD, BUMN, BUMD, hingga kementerian vertikal ikut berkontribusi. Ia menilai setiap lembaga memiliki program yang bisa disosialisasikan langsung kepada masyarakat.
“Selain menghidupkan UMKM, ini menjadi penekanan saya agar tahun depan bisa diselaraskan,” pintanya.
Solihin menyambut positif arahan tersebut. Ia optimistis PRP ketiga bisa dikemas lebih apik dengan ruang UMKM yang diperbanyak dan hiburan yang lebih kreatif. Targetnya, event ini tidak hanya dinanti warga Pontianak, tetapi juga pengunjung dari kabupaten lain di Kalimantan Barat hingga luar provinsi.