MELAWI — Hingga batas akhir pengambilan formulir pendaftaran pada 11 Mei 2026, hanya Abang Baharudin (ABR) yang tercatat sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Kabupaten Melawi. Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Adang Wahyudi membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026). “Iya betul, hanya ada satu calon saja yang mendaftarkan diri, yakni Abang Baharudin (ABR),” ujarnya.
Panitia kini memasuki tahap pengembalian berkas pendaftaran dan verifikasi kelengkapan administrasi. ABR diwajibkan melengkapi persyaratan dukungan dari pengurus cabang olahraga yang masih memiliki SK kepengurusan aktif. “Seluruh proses akan tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi yang telah ditetapkan dalam tahapan Musorkab VI KONI Kabupaten Melawi,” jelas Adang.
Sepinya peminat dalam kontestasi kepemimpinan KONI Melawi menjadi sorotan warga. Akbar Ramadhan, warga Nanga Pinoh, menyayangkan absennya kandidat lain. “Kalau hanya satu calon tentu dinamika pemilihannya kurang terasa. Padahal kompetisi gagasan itu penting agar olahraga Melawi punya banyak pilihan arah pembangunan ke depan,” katanya kepada Suara Kalbar.
Resaludin, pegiat olahraga lokal, berharap kepengurusan mendatang lebih fokus pada pembinaan atlet usia dini. “Yang masyarakat harapkan bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tapi ada terobosan nyata. Atlet-atlet muda kita banyak potensi, tinggal bagaimana pembinaan dan fasilitasnya diperkuat,” ucapnya.
Masyarakat juga mendorong Pemerintah Kabupaten Melawi untuk meningkatkan dukungan terhadap kemajuan olahraga daerah. Harapan itu mencakup peningkatan anggaran pembinaan, penyediaan sarana prasarana representatif, hingga perhatian terhadap kesejahteraan atlet berprestasi. Menurut mereka, kemajuan olahraga membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, cabang olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh elemen masyarakat.
Dengan hanya satu nama yang tersisa, perhatian kini tertuju pada visi yang akan dibawa ABR untuk menentukan masa depan olahraga Kabupaten Melawi empat tahun ke depan. Proses verifikasi berkas menjadi penentu apakah kontestasi berlanjut secara aklamasi atau ada kejutan di menit akhir.