Polemik Penilaian LCC 4 Pilar di Pontianak, SMAN 1 Minta Siswa Jaga Adab dan Desak Transparansi Juri

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 16:12:53 WIB
Siswa SMAN 1 Pontianak mengikuti lomba LCC 4 Pilar dengan penuh konsentrasi.

PONTIANAK — Imbauan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi pada Senin (11/5/2026). Langkah ini diambil setelah video proses penjurian LCC 4 Pilar ramai diperbincangkan warganet. Dalam rekaman yang beredar, jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak disebut mengalami pengurangan nilai oleh dewan juri, meskipun dinilai telah menjawab dengan benar.

Kesamaan Jawaban, Penilaian Berbeda

Salah satu poin yang disoroti adalah substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan tim SMAN 1 Sambas. Pihak sekolah menilai kedua jawaban memiliki kesamaan, namun dewan juri hanya memberikan pembenaran kepada salah satu pihak tanpa penjelasan yang transparan.

“Hal ini diperkuat dengan adanya validasi sepihak melalui MC mengenai kompetensi juri, sehingga kegiatan tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian yang proporsional,” tulis pihak sekolah.

Fokus Juri dan Dugaan Relasi Kuasa

Pihak SMAN 1 Pontianak juga menyoroti fokus dan konsentrasi dewan juri pada sejumlah momen penilaian. Menurut sekolah, hal ini berpotensi menggerus objektivitas hasil lomba. Selain itu, sekolah menyinggung dugaan penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri tanpa proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai.

Di sisi lain, pihak sekolah menegaskan bahwa jawaban yang disampaikan tim peserta telah diucapkan dengan artikulasi yang jelas dan tegas. Jawaban tersebut dinilai layak memperoleh penilaian objektif berdasarkan substansi, bukan faktor lain.

Desakan Evaluasi dan Klarifikasi

Atas sejumlah temuan tersebut, SMAN 1 Pontianak meminta penyelenggara LCC 4 Pilar memberikan penjelasan resmi terkait dasar pengambilan keputusan dewan juri. Sekolah juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap proses penilaian demi menjaga integritas dan kredibilitas kegiatan serupa di masa mendatang.

“Kami memohon kepada pihak penyelenggara untuk memberikan konfirmasi resmi, menyampaikan penjelasan yang transparan mengenai dasar pengambilan keputusan dewan juri, serta melakukan evaluasi terhadap proses penilaian,” tulis pihak sekolah.

Meski demikian, SMAN 1 Pontianak tetap mengajak seluruh siswa dan masyarakat menyampaikan pendapat secara santun dan menjaga etika dalam berdiskusi, baik di ruang publik maupun media sosial.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: pontianak.suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top