TIMPORA Singkawang Perkuat Pengawasan WNA, Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Penulis: Tedy Rustandi  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 15:33:54 WIB
TIMPORA Singkawang memperkuat pengawasan WNA untuk menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

Mengapa Pengawasan WNA di Singkawang Diperkuat?

Singkawang dikenal sebagai kota toleran yang terbuka terhadap wisatawan dan investor asing. Namun, keterbukaan ini harus diimbangi dengan sistem pengawasan yang ketat.

Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti menegaskan, pengembangan Bandara Singkawang dan bertumbuhnya destinasi wisata budaya turut meningkatkan mobilitas, termasuk kunjungan WNA ke daerah tersebut.

“Singkawang adalah kota yang terbuka terhadap investasi dan kunjungan wisatawan mancanegara. Namun keterbukaan itu harus tetap diiringi dengan pengawasan yang baik agar keamanan dan ketertiban daerah tetap terjaga,” kata Dwi Yanti, Minggu.

Bukan Hanya Tugas Imigrasi, Ini Tanggung Jawab Bersama

Dwi Yanti menekankan bahwa pengawasan terhadap orang asing tidak bisa dibebankan hanya pada pihak imigrasi. Ia mendorong seluruh unsur terkait untuk berkoordinasi dan bertukar informasi secara cepat.

“Pengawasan orang asing bukan hanya tugas imigrasi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh unsur terkait. Karena itu diperlukan sinergi, komunikasi, dan pertukaran informasi yang cepat dan efektif,” ujarnya.

Peran TIMPORA dinilai strategis sebagai wadah koordinasi lintas sektor untuk mendeteksi dini potensi pelanggaran keimigrasian maupun gangguan ketertiban umum.

Warga dan Pemilik Penginapan Diminta Proaktif

Masyarakat, khususnya pemilik dan pengelola penginapan, diimbau untuk aktif melaporkan keberadaan atau aktivitas WNA yang mencurigakan. Partisipasi publik dinilai penting untuk mendukung efektivitas pengawasan di lapangan.

“Laporkan segera apabila terdapat aktivitas warga negara asing yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu ketertiban umum. Pengawasan yang baik akan menciptakan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan,” tambah Dwi Yanti.

Pengawasan Humanis Namun Tegas hingga Tingkat Kelurahan

Dwi Yanti berharap seluruh instansi yang tergabung dalam TIMPORA dapat meningkatkan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Pendekatan yang digunakan harus humanis namun tetap tegas, serta menghormati adat istiadat setempat.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat Azriyal Zam menambahkan, Singkawang sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional memiliki daya tarik tinggi bagi WNA. Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain memerlukan pengawasan yang kuat.

“TIMPORA harus menjadi garda terdepan dalam membangun sistem pengawasan orang asing yang terintegrasi, cepat, dan responsif terhadap dinamika di lapangan,” kata Azriyal.

Ia menekankan, keberhasilan pengawasan membutuhkan kolaborasi solid antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, Polri, hingga pengelola tempat penginapan.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top