Pencarian

Panen Jagung Hibrida di Entikong Tembus 15,36 Ton per Hektare, Polsek Dampingi Warga Perbatasan

Selasa, 13 Oktober 2026 • 11:02:02 WIB
Panen Jagung Hibrida di Entikong Tembus 15,36 Ton per Hektare, Polsek Dampingi Warga Perbatasan
Petani memanen jagung hibrida di lahan seluas dua hektare di Dusun Semanget Ninjau, Entikong, Sanggau.

SANGGAU — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menempatkan pendampingan sektor pertanian sebagai bagian dari pengawalan program ketahanan pangan nasional. Jajaran Polsek Entikong diterjunkan mendampingi warga selama proses panen, mulai dari pendampingan teknis hingga memastikan hasil panen terserap.

Lahan yang dipanen seluas dua hektare dan digarap Sukarni, warga sukarelawan setempat. Dari luasan itu, produksi tercatat 30,72 ton jagung hibrida dengan estimasi 15,36 ton per hektare tongkol basah.

Peran Bhabinkamtibmas di Garis Batas

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, menyatakan jajaran kepolisian di seluruh wilayah hukum Kalimantan Barat diinstruksikan menjadi motor penggerak pendampingan pertanian. Instruksi itu menyasar khususnya para Bhabinkamtibmas yang bertugas di garis batas wilayah perbatasan.

"Bapak Kapolda Kalbar memberi atensi penuh agar jajaran kepolisian, khususnya para Bhabinkamtibmas di garis batas wilayah perbatasan, selalu hadir dan bersinergi dengan instansi terkait untuk mendampingi petani. Hasil panen jagung hibrida di Entikong ini membuktikan bahwa wilayah perbatasan memiliki potensi ketahanan pangan yang sangat besar apabila dikelola secara intensif dan berkelanjutan," ujar Bambang.

Pendampingan itu menyentuh sisi produksi sekaligus memastikan petani di kawasan perbatasan tidak berjalan sendiri. Sinergi dibangun bersama pemerintah daerah dan penyuluh pertanian setempat.

Memicu Semangat Warga di Wilayah Perbatasan Lain

Polda Kalbar berharap capaian produktivitas di Entikong memicu semangat warga di wilayah hukum perbatasan lainnya. Warga didorong mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif yang selama ini belum tergarap maksimal.

Menurut Bambang, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani akan terus diperkuat. Tujuannya mewujudkan kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan dari wilayah perbatasan.

Keberhasilan panen di Dusun Semanget Ninjau menjadi contoh bagaimana lahan di kawasan garis batas bisa menghasilkan produksi setara daerah sentra jagung. Jika pola pendampingan serupa diterapkan di desa-desa perbatasan lain, potensi produksi jagung Kalimantan Barat masih terbuka lebar.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediakalbarnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks