KALIMANTAN BARAT — Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, pertumbuhan ini tidak lepas dari upaya perusahaan memperketat strategi pemasaran dan memperluas jaringan distribusi ke berbagai wilayah. "Kami memastikan ketersediaan produk merata, sekaligus memperkuat pendekatan ke segmen-segmen kecil yang sebelumnya kurang tersentuh," ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Vita menambahkan, capaian ini juga menjadi bukti bahwa transformasi internal yang dijalankan SIG mulai membuahkan hasil nyata. Menurutnya, pengelolaan pasar mikro—yang mencakup pengecer hingga proyek-proyek kecil di daerah—menjadi kunci utama mendongkrak volume di tengah perlambatan sektor properti skala besar.
Pasar Mikro Jadi Motor Pertumbuhan
Sepanjang semester pertama tahun ini, SIG tidak hanya mengandalkan proyek infrastruktur pemerintah. Perusahaan justru memperbanyak sentuhan langsung ke pelanggan ritel dan toko bangunan di kota-kota kecil. Langkah ini dinilai lebih efektif karena permintaan dari sektor tersebut cenderung stabil dan tidak terlalu terpengaruh fluktuasi proyek besar.
"Kami melihat potensi besar di segmen mikro yang selama ini belum tergarap maksimal. Dengan pendekatan yang lebih tajam, distribusi menjadi lebih efisien dan penjualan pun ikut terdorong," jelas Vita.
Strategi ini sejalan dengan arahan Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) serta Danantara yang mendorong perusahaan pelat merah untuk melakukan transformasi berkelanjutan. SIG pun berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan melalui peningkatan kinerja operasional.
Ekspansi Distribusi dan Keberlanjutan
Untuk menjaga momentum, SIG terus memperluas jangkauan distribusi ke daerah-daerah yang sebelumnya minim akses terhadap produk semen. Perusahaan juga memastikan stok aman di setiap titik penjualan, terutama menjelang musim konstruksi di kuartal ketiga.
Dengan volume 18,27 juta ton di paruh pertama tahun ini, SIG optimistis dapat mempertahankan tren positif hingga akhir 2026. Meski persaingan industri semen masih ketat, fokus pada pasar mikro dan efisiensi distribusi diyakini menjadi tameng yang cukup kuat untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.