Pencarian

Wali Kota Pontianak Dorong 347 Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat, Dana Hibah Rp2,5 Miliar per Tahun Disiapkan

Jumat, 24 Juli 2026 • 19:38:31 WIB
Wali Kota Pontianak Dorong 347 Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat, Dana Hibah Rp2,5 Miliar per Tahun Disiapkan
Wali Kota Pontianak mengalokasikan dana hibah hingga Rp2,5 miliar per tahun untuk mendorong 347 masjid menjadi pusat ekonomi umat.

PONTIANAK — Edi yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak menilai potensi ekonomi dari ribuan tempat ibadah itu belum tergarap optimal. Padahal, jika setiap masjid mampu menghimpun dan mengelola dana secara produktif, kekuatan ekonomi umat Islam di Pontianak bisa sangat besar.

“Potensi ekonomi di masjid itu sebenarnya sangat besar. Kalau ini kita koordinir dan kembangkan, bisa menjadi kekuatan umat Islam, terutama dalam pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.

Dana Hibah Hingga Rp2,5 Miliar dan Sertifikasi Lahan Masjid

Pemerintah Kota Pontianak setiap tahun mengalokasikan dana hibah rata-rata Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk masjid. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan, rehabilitasi, dan menutup kekurangan biaya pembangunan fisik masjid.

Edi juga menyoroti persoalan sertifikasi lahan masjid dan tanah wakaf. Menurutnya, masih ada sejumlah lahan yang perlu ditata dan diselesaikan secara administrasi agar tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.

Madrasah Tradisional Mulai Jadi Prioritas Pemkot

Selain fokus pada masjid, Pemkot Pontianak kini mulai memberikan perhatian pada madrasah-madrasah tradisional. Edi menilai madrasah sangat penting bagi penguatan sumber daya manusia masyarakat.

“Kita sekarang juga fokus menangani madrasah-madrasah secara fisik, karena madrasah sangat penting untuk SDM masyarakat,” jelasnya.

DMI Diminta Garap Program Ekonomi yang Lebih Implementatif

Dalam Musda DMI kali ini, Edi berharap seluruh peserta dari tingkat kecamatan menyampaikan persoalan yang dihadapi masjid di wilayah masing-masing. Ia ingin forum itu menjadi ruang evaluasi dan penyusunan program yang lebih kreatif serta berdampak langsung bagi jamaah.

“DMI Kota harus berusaha membuat program yang implementatif, kreatif, dan memberi dampak positif, terutama bagi perekonomian umat dan jamaah,” pungkasnya.

Edi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan masjid, termasuk kualitas imam, takmir, dan pengurus masjid. Ia berharap DMI Kota Pontianak ke depan bisa menjadi role model bagi DMI kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat.

Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks