LANDAK — Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memulai program besar rehabilitasi dan pembangunan fasilitas sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP. Bupati Karolin Margret Natasa menegaskan langkah ini merupakan prioritas untuk memastikan seluruh anak di daerahnya mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Sentuhan fisik terbesar dalam rencana kerja tahun 2025 ini diberikan pada jenjang Sekolah Dasar. Berdasarkan data yang dipaparkan saat audiensi di Kantor Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalbar di Pontianak, Selasa (14/7/2026), pemerintah akan membangun 28 Ruang Kelas Baru (RKB) dan merehabilitasi 76 ruang kelas SD.
Fasilitas penunjang juga menjadi perhatian. Pemkab Landak berencana membangun 12 ruang perpustakaan dan merehabilitasi 44 ruang perpustakaan. Selain itu, pengadaan 1.074 set meubeler, 9 paket buku, serta 4 paket Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) turut dianggarkan.
Rumah Dinas Guru Jadi Prioritas di Tingkat SD
Bupati Karolin menyebut tenaga pendidik adalah ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu, program ini juga mencakup pembangunan 24 ruang rumah dinas guru dan rehabilitasi 13 ruang lainnya.
"Kita tidak hanya memikirkan ruang kelas untuk siswa, tetapi juga tempat tinggal dan ruang kerja bagi para guru. Dengan rumah dinas dan ruang guru yang layak, kami berharap bapak dan ibu guru bisa mengabdi dengan lebih fokus dan optimal," ujar Karolin dalam keterangannya.
Laboratorium dan Sanitasi untuk Jenjang SMP
Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama, Pemkab Landak akan menambah 11 Ruang Kelas Baru dan merehabilitasi 51 ruang kelas. Peningkatan kualitas belajar mengajar didukung dengan pembangunan 6 ruang Laboratorium IPA dan rehabilitasi 2 ruang laboratorium.
Fasilitas lain di tingkat SMP yang akan dibangun meliputi 10 unit jamban dan rehabilitasi 6 unit, 2 ruang perpustakaan dan rehabilitasi 4 ruang, serta 8 unit Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Pemerintah juga menganggarkan pengadaan 2 paket TIK sebanyak 30 komputer dan 111 set meubeler.
PAUD Juga Kebagian Pembangunan dan Alat Bermain
Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak luput dari perhatian. Sebanyak 3 Ruang Kelas Baru akan dibangun dan 2 ruang direhabilitasi. Pemkab Landak juga menyiapkan 4 paket pembangunan area bermain dan Alat Permainan Edukatif (APE) luar, 7 paket APE dalam, serta revitalisasi 2 unit PAUD.
Program ini juga mencakup pembangunan sanitasi seperti jamban sekolah, dengan rincian 12 ruang baru di SD, 10 unit di SMP, dan 2 ruang di PAUD. Pembangunan pagar sekolah di seluruh jenjang dan 3 paket rabat beton di area SMP turut direncanakan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan aman.
Bupati Karolin menyadari kondisi geografis Kabupaten Landak menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia memastikan program ini dirancang agar menyentuh wilayah-wilayah yang paling membutuhkan.
"Pembangunan ini bukan sekadar mengejar target jumlah bangunan, tetapi tentang menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat di Kabupaten Landak. Tidak boleh ada lagi sekolah yang tidak layak pakai," pungkasnya.