Pencarian

Penjualan Mobil Nasional Tumbuh 15 Persen Tanpa Insentif Listrik, Gaikindo Optimistis GIIAS 2026 Tetap Bergairah

Jumat, 10 Juli 2026 • 16:21:31 WIB
Penjualan Mobil Nasional Tumbuh 15 Persen Tanpa Insentif Listrik, Gaikindo Optimistis GIIAS 2026 Tetap Bergairah
Penjualan mobil nasional naik 15 persen pada semester pertama 2026 tanpa insentif kendaraan listrik.

KALIMANTAN BARAT — Vice Chairman Market Development Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menegaskan bahwa keberlanjutan insentif kendaraan listrik sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Ia menyebut kebijakan itu sangat bergantung pada ketersediaan anggaran negara.

"Insentif itu kan kita tahu bahwa berakhir di 31 Desember 2025. Ya itu kan sangat tergantung pada pemerintah, apakah dia punya budget untuk memberikan insentif," ujar Jongkie saat ditemui di Jakarta Utara, Kamis (9/7/2026).

Skema Diskon Pajak Bukan Uang Tunai

Jongkie menjelaskan, stimulus yang telah berjalan selama ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada konsumen. Pemerintah menerapkan mekanisme Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang pada dasarnya memberikan potongan harga di awal pembelian.

"Sebetulnya insentif itu bukannya kita dikasih uang, hanya misalnya dapat pemotongan PPN, DTP dan lain-lain. Itu kan membuat sebetulnya stimulus untuk calon pembeli atau pembeli bahwa dia dapat diskon, bahasanya begitu," kata dia.

Harga Mobil Terjangkau Jadi Alternatif Daya Tarik

Meski tanpa insentif, Gaikindo melihat tren positif dari sisi produk. Jongkie mencatat, belakangan ini semakin banyak produsen yang meluncurkan kendaraan dengan banderol harga yang sangat kompetitif. Faktor ini dinilai bisa menjadi magnet tersendiri bagi konsumen.

"Kalau memang ada, tentu lebih baik. Kalau tidak ada, tetapi kan sekarang kita lihat sendiri harga-harga mobil yang diluncurkan belakangan ini kan sangat-sangat terjangkau harganya," ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku industri harus memahami kondisi fiskal negara sehingga tidak bisa hanya mengandalkan stimulus untuk mendongkrak penjualan. Fleksibilitas strategi produk menjadi kunci di tengah ketidakpastian kebijakan.

GIIAS 2026: Momentum Tanpa Stimulus?

Pertanyaan mengenai dampak absennya insentif terhadap ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pun mengemuka. Jongkie menegaskan, data penjualan semester pertama menjadi bukti bahwa pasar tetap bergerak positif.

"Jadi kita harus betul-betul melihat selalu dari dua sisi. Kalau ada insentif, bisa penjualan lebih baik, itu benar. Kalau tidak ada, kita harus juga bisa menjual. Kan buktinya kita tanpa insentif dari Januari sampai Juni kita bisa naik 15 persen penjualan kita. Jadi, berarti daya beli masyarakat kita mulai-mulai pulih," jelas Jongkie.

Dengan optimisme tersebut, Gaikindo meyakini GIIAS 2026 tetap dapat menjadi katalis penjualan kendaraan nasional. Pameran otomotif terbesar di Indonesia itu diharapkan mampu menarik minat konsumen, baik melalui produk baru maupun strategi harga yang agresif dari para ATPM.

Bagikan
Sumber: otomotif.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks