KETAPANG — Rombongan Pemprov Kalbar menyusuri sejumlah titik di Ketapang untuk menyalurkan air bersih ke permukiman yang mulai kesulitan mendapat pasokan. Bantuan air menjadi respons atas musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah Kalbar.
Setelah penyaluran air, Gubernur Ria Norsan bersama jajaran Pemkab Ketapang membuka pasar murah di Lapangan Sepakat. Antrean warga terlihat sejak pagi untuk mendapatkan paket kebutuhan pokok bersubsidi.
Pemprov Kalbar menyiapkan 1.000 paket sembako bersubsidi. Setiap paket berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 kilogram.
Nilai pasar satu paket sekitar Rp130 ribu. Lewat dukungan CSR Bank Kalbar, warga hanya membayar Rp50 ribu.
"Jadi, Bapak-Ibu sekalian, isi dari setiap paket sembako murah ini berupa beras premium sebanyak 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 kilogram. Harga pasarnya sekitar Rp130 ribu, tetapi kita bantu melalui subsidi CSR Bank Kalbar, sehingga masyarakat cukup membayar Rp50 ribu," jelas Ria Norsan.
Menurut Ria Norsan, pasar murah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program itu juga menjadi upaya pemerintah menjaga daya beli warga di tengah tekanan ekonomi akibat kemarau dan dampak karhutla.
Respons warga terlihat dari panjangnya antrean di lokasi. Paket bersubsidi menjadi salah satu penopang belanja rumah tangga saat harga kebutuhan pokok cenderung naik.
Usai membuka pasar murah, Ria Norsan meninjau sejumlah titik rawan karhutla di wilayah Pelang, Kabupaten Ketapang. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus mengevaluasi penanganan karhutla yang sudah berjalan.
Ria Norsan menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan sinergi lintas sektor. Mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten, TNI-Polri, Manggala Agni, dunia usaha, hingga masyarakat.
"Penanganan Karhutla dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti air bersih dan ketersediaan pangan, harus berjalan secara bersamaan. Kita ingin memastikan masyarakat terlindungi dari ancaman bencana asap, sekaligus merasakan kehadiran pemerintah melalui berbagai langkah konkret yang membantu kebutuhan mereka," tegasnya.
Pemprov Kalbar akan memperkuat koordinasi dan respons di lapangan agar penanganan karhutla berjalan cepat dan terpadu. Pemenuhan kebutuhan dasar warga juga tetap menjadi perhatian selama kemarau berlangsung.
"Dengan demikian, kehadiran pemerintah tidak hanya difokuskan pada penanganan bencana, tetapi juga pada perlindungan dan penguatan ketahanan masyarakat di tengah situasi yang dihadapi," pungkasnya.