KALIMANTAN BARAT — Gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu masih menyisakan trauma mendalam. Maria Octaviana, ibu kandung Betrand Peto, menjadi salah satu warga yang terdampak.
Ia terpaksa mendirikan tenda darurat di halaman rumahnya. Keputusan itu diambil karena tak berani tidur di dalam bangunan yang telah retak-retak.
Melalui akun TikTok pribadinya, Vivi23, Maria membagikan kondisi pengungsian sederhananya. Siaran langsung tersebut kemudian diunggah ulang oleh akun Threads @atroppss dan menuai beragam komentar netizen.
Dalam tayangan langsung beberapa hari lalu, Vivi—sapaan akrabnya—terlihat berada di dalam tenda yang didirikan di area luar rumah. Pilihan ini bukan tanpa alasan.
Rumah yang ia tempati mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Kondisi tersebut membuatnya merasa tidak tenang dan was-was jika harus beristirahat di dalam ruangan.
“Takut ada gempa susulan, jadi sementara di luar dulu,” demikian gambaran situasi yang disampaikan Vivi kepada para pengikutnya di media sosial.
Kekhawatiran yang dirasakan Maria Octaviana adalah hal yang wajar. Pasca-gempa berkekuatan signifikan, banyak warga NTT memilih bertahan di titik pengungsian atau tenda darurat.
Pilihan ini umumnya diambil karena dua faktor utama: kerusakan struktural pada bangunan tempat tinggal dan trauma psikologis. Guncangan susulan yang kerap terjadi membuat rasa aman sulit didapatkan, terutama saat malam hari.
Kepala keluarga di sejumlah wilayah terdampak melakukan hal serupa. Mereka mendirikan tenda seadanya di halaman atau tanah lapang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan pasca-bencana tidak hanya soal perbaikan fisik. Kebutuhan akan rasa aman bagi para korban menjadi prioritas yang sama pentingnya.
Unggahan ulang dari siaran langsung Vivi ini memicu diskusi di media sosial. Banyak netizen yang merasa iba dan mendoakan keselamatan Maria Octaviana.
Tak sedikit pula yang mempertanyakan bentuk perhatian dari Betrand Peto selaku anak. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga mengenai bantuan atau langkah lanjutan untuk memastikan keselamatan sang ibu kandung.
Perhatian publik terhadap kondisi keluarga selebritas kerap melahirkan spekulasi. Namun, yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh korban gempa NTT mendapatkan akses terhadap tempat tinggal yang aman dan kebutuhan dasar yang layak.
Pasca-bencana, pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya melakukan pendataan dan penyaluran bantuan. Warga yang rumahnya rusak berat diimbau untuk segera melapor ke posko pengungsian terdekat.
Bagi warga yang memilih mengungsi mandiri seperti Maria Octaviana, menjaga kondisi kesehatan di tengah cuaca yang tidak menentu menjadi krusial. Memastikan asupan gizi, ketersediaan air bersih, dan perlengkapan tidur yang layak adalah prioritas utama.
Semoga situasi di NTT segera pulih dan para korban, termasuk keluarga Maria Octaviana, dapat kembali menempati rumah mereka dengan aman.