28 Titik Panas Terpantau di Kalimantan Barat, Gubernur Ria Norsan Ingatkan Ancaman Puncak El Nino September

Penulis: Ujang Rahmat  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:31:32 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau lokasi karhutla di Desa Rasau Jaya 3, Kubu Raya, Senin (24/8/2026).

KUBU RAYA — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Rasau Jaya 3, Kubu Raya, Senin (24/8/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas pemadaman yang selama ini melibatkan operasi darat dan udara.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi), terjadi pergeseran sebaran titik panas dari Kalimantan menuju Sumatera. Di Sumatera Selatan tercatat 127 titik, Riau 54 titik, dan Jambi 40 titik.

Penurunan Drastis Berkat Operasi Udara 200 Kali

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi kerja tim gabungan yang berhasil menekan angka titik panas di Kalbar secara signifikan. Rincian 28 titik tersebut tersebar di Ketapang 16 titik, Melawi 11 titik, dan Kubu Raya 1 titik.

"Meskipun api mulai padam, asap masih menyelimuti wilayah karena pembakaran tidak sempurna di lahan gambut," jelasnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, BMKG, serta Masyarakat Peduli Api yang didukung sekitar 200 kali aksi pemadaman udara.

Puncak El Nino Diprediksi Terjadi September

Menteri Kehutanan mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi El Nino yang diprediksi mencapai puncaknya pada bulan September. Kondisi cuaca yang semakin kering membuat potensi kebakaran baru semakin besar.

"Masyarakat sangat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar selama kondisi cuaca kering ini. Pemerintah pusat maupun daerah menghargai kearifan lokal, namun di kondisi yang sangat kering ini, percikan api sekecil apa pun sangat berbahaya," tegasnya.

Gubernur: Sinergi Kunci Tekan Karhutla

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Forkopimda, serta seluruh tim gabungan yang terus bekerja dalam penanganan karhutla. Ia menegaskan bahwa penurunan titik api dari lebih dari 2.000 menjadi 28 titik merupakan hasil kerja kolektif.

"Sinergi TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, masyarakat, dan Brigade KPH berhasil menekan titik api di Kalbar. Meski terjadi penurunan, kami mengingatkan agar tidak lengah karena puncak El Nino diprediksi BMKG terjadi pada September," kata Ria Norsan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus memperkuat koordinasi bersama Satgas Karhutla untuk meminimalkan risiko bencana asap sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah tersebut.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: majalahmataborneonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top