Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) resmi mengawali tahun akademik 2026/2027 dengan membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bertema "PKKMB Berdampak". Sebanyak 721 mahasiswa baru mengikuti Sidang Terbuka Senat Poltesa yang digelar di Aula Gedung Kuliah Terpadu 1 pada 24 Agustus 2026. Direktur Poltesa, Dr. Yuliansyah, S.E., M.E., mendorong para maba untuk membangun kebiasaan positif sejak hari pertama.
SAMBAS — Ribuan calon teknokrat masa depan resmi memulai langkah barunya di Politeknik Negeri Sambas (Poltesa). Sebanyak 721 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 mengikuti Sidang Terbuka Senat yang menandai dimulainya rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan tema "PKKMB Berdampak", Senin (24/8).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Kuliah Terpadu 1 itu dihadiri langsung oleh Direktur Poltesa, jajaran pimpinan, Ketua dan Anggota Senat, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan kampus.
Direktur Poltesa, Dr. Yuliansyah, S.E., M.E., menegaskan bahwa masa orientasi ini bukan sekadar formalitas tahunan. Ia meminta para mahasiswa baru untuk memanfaatkan momen tersebut secara maksimal, bukan hanya hadir mengikuti rangkaian acara.
“Manfaatkan masa PKKMB ini sebaik-baiknya, jangan hanya hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi gunakan kesempatan ini untuk membangun relasi, mengenal teman-teman baru, mengenal para dosen dan tenaga kependidikan, serta memahami berbagai peluang pengembangan diri yang ada di Poltesa,” pesannya di hadapan para maba.
Menurut Yuliansyah, transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi menuntut perubahan pola pikir. Mahasiswa tidak lagi sekadar mengejar nilai, melainkan dituntut untuk mengembangkan kompetensi, karakter, dan jejaring.
“Mulailah membangun kebiasaan positif sejak hari pertama, karena perjalanan kalian di perguruan tinggi bukan hanya tentang mendapatkan nilai, tetapi tentang bagaimana mengembangkan kompetensi, karakter, pengalaman, dan jejaring,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi, berani bertanya, serta mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Kampus, lanjut dia, harus menjadi ruang aman untuk mencoba hal baru tanpa rasa takut gagal.
Lebih lanjut, Direktur Poltesa mengingatkan bahwa mahasiswa yang berdampak adalah mereka yang mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ia meminta para maba untuk tidak menunda berprestasi dan mulai dari hal-hal kecil.
“Jadikan kampus sebagai ruang untuk bertumbuh, jangan takut mencoba, jangan takut gagal, dan jangan menunggu untuk berprestasi. Mulailah dari hal-hal kecil yang bisa kalian lakukan hari ini. Karena mahasiswa yang berdampak adalah mahasiswa yang mampu mengubah kesempatan menjadi karya dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya.
Pihak kampus tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik dan keterampilan teknis. Standar lulusan Poltesa juga mencakup aspek karakter, integritas, kreativitas, inovasi, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Semangat "PKKMB Berdampak" diharapkan terus melekat pada diri mahasiswa selama menempuh pendidikan. Setiap proses pembelajaran hingga karya yang dihasilkan diharapkan mampu menciptakan perubahan positif, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.