KALIMANTAN BARAT — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pemberian insentif pembelian untuk satu juta unit kendaraan bermotor listrik (molis) produksi dalam negeri. Pengumuman tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI dan Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
"Pemerintah akan memberikan insentif pembelian untuk satu juta unit kendaraan bermotor listrik yang diproduksi di dalam negeri," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Kebijakan ini diambil seiring rencana pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap. Menurut Prabowo, pengurangan subsidi BBM merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi di sektor transportasi.
Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk subsidi BBM diharapkan bisa dialihkan untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor.
Jumlah penerima insentif ini tercatat lebih besar dari rencana sebelumnya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan, insentif anyar akan menyasar 500 ribu motor listrik dan 500 ribu mobil listrik. Total keseluruhan kendaraan penerima insentif menjadi satu juta unit.
Kebijakan ini diharapkan bisa memperkuat industri motor listrik nasional beserta rantai pasoknya. Pemerintah juga telah meluncurkan ekosistem kendaraan bermotor listrik nasional sebagai fondasi pengembangan industri ini.
Prabowo menegaskan bahwa pemberian insentif merupakan bentuk investasi pemerintah agar produk kendaraan listrik buatan dalam negeri menjadi pilihan utama masyarakat. Setiap unit motor listrik lokal yang digunakan masyarakat dinilai memberikan dampak ganda.
"Setiap kendaraan bermotor listrik buatan dalam negeri yang digunakan masyarakat merupakan penghematan biaya hidup, pengurangan impor energi, serta penciptaan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia," kata Prabowo.
Untuk mendukung program ini, Prabowo telah meresmikan program motor listrik nasional dengan menggandeng sejumlah pihak. Beberapa di antaranya adalah PT Ilectra Motor Group (ALVA) dan PT Len Industri, serta Profesor Sigit untuk mendorong standardisasi internasional.
Langkah ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam membangun industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Dengan adanya insentif untuk satu juta unit, pasar motor listrik domestik diprediksi akan mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.