Pencarian

BNI Dampingi Sekolah Rakyat Makassar lewat Literasi Keuangan dan Digitalisasi

Minggu, 27 September 2026 • 11:09:01 WIB
BNI Dampingi Sekolah Rakyat Makassar lewat Literasi Keuangan dan Digitalisasi
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau Sekolah Rakyat di Jalan Pajjaiyang, Kota Makassar, Jumat (25/9/2026).

KALIMANTAN BARAT — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyalurkan dukungan tiga pilar untuk Sekolah Rakyat di Jalan Pajjaiyang, Kota Makassar, yang ditinjau langsung Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf didampingi Sekda Sulsel Jufri Rahman, Jumat (25/9/2026). Dukungan tersebut menjadi bagian rangkaian HUT BNI ke-80 dan menyasar penguatan literasi keuangan, digitalisasi sekolah, serta kepedulian lingkungan. Program ini memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung Program Strategis Nasional Sekolah Rakyat.

Kegiatan bertema "Mimpi yang Diberi Ruang" itu digelar di halaman Sekolah Rakyat dan menjadi bagian kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menilai dukungan BNI menunjukkan peran BUMN dalam memperkuat pelaksanaan Program Strategis Nasional Sekolah Rakyat.

Menurut Jufri, ada tiga pilar bantuan yang disalurkan BNI pada program tersebut. Pertama, peningkatan literasi keuangan. Kedua, digitalisasi melalui Smart School. Ketiga, penerapan konsep Green School.

"Kami sangat bangga melihat tiga pilar utama bantuan yang disalurkan oleh BNI hari ini seperti peningkatan literasi keuangan, digitalisasi smart school, dan penerapan konsep green school," ujar Jufri.

Literasi Keuangan Jadi Fondasi

Jufri menekankan pendidikan bukan hanya soal pembelajaran di dalam kelas. Kesiapan siswa menghadapi dunia modern, digitalisasi, dan kepedulian terhadap lingkungan dinilai sama pentingnya.

"Pendidikan merupakan pilar utama dalam mencetak generasi emas bangsa. Namun, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pembelajaran di dalam kelas, melainkan juga kesiapan para siswa menghadapi tantangan dunia modern, digitalisasi, serta kepedulian terhadap lingkungan," katanya.

Ia berpesan agar para siswa memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk mendukung proses belajar. Termasuk mengelola tabungan dengan bijak.

"Gunakanlah kesempatan dan fasilitas ini sebaik-baiknya. Belajarlah dengan tekun, kelola tabungan kalian dengan bijak dan jadilah generasi yang pintar, tangguh, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan," tuturnya.

Kartu Siswa Terhubung Sistem Sekolah

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut Sekolah Rakyat dirancang dengan semangat kolaborasi sejak awal. Melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga BUMN.

"Saya secara khusus berterima kasih kepada PT BNI (Persero) Tbk yang sejak awal mendampingi penyelenggaraan Sekolah Rakyat. BNI memberikan pendampingan kepada siswa Sekolah Rakyat dengan memperkuat literasi keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan melalui fasilitasi pengelolaan sampah di Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Dukungan digitalisasi diwujudkan lewat penggunaan kartu siswa yang terhubung dengan sistem sekolah. Sistem itu memungkinkan pemantauan aktivitas siswa secara lebih terintegrasi, mulai dari kegiatan pembelajaran, ibadah, hingga makan.

Gus Ipul juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat. Gedung sekolah dilengkapi asrama siswa dan guru, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, fasilitas olahraga, serta penunjang lainnya.

Seleksi Berbasis Data Sosial Ekonomi

Peserta didik Sekolah Rakyat tidak dijangkau melalui pendaftaran umum. Mereka diidentifikasi berdasarkan data sosial ekonomi nasional, lalu mengikuti proses asesmen.

Anak yang memenuhi persyaratan dan mendapat persetujuan orang tua selanjutnya mengikuti tahapan pleno di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Konsep sekolah asri yang diterapkan sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto soal lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho menyatakan setiap anak berhak mendapat kesempatan belajar, apa pun cita-citanya. Mulai dari dokter, polisi, tentara, pengusaha, atlet, hingga profesi lain.

"Apapun cita-citanya, setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar berkembang dengan mempersiapkan masa depan yang jauh lebih baik," ucap Eko.

Menurut Eko, pendidikan tidak sekadar memberi ilmu pengetahuan. Proses itu juga membentuk karakter, kemandirian, dan keberanian anak meraih cita-cita. Karena itu tema "Mimpi yang Diberi Ruang" dinilai relevan dengan semangat menyediakan akses pendidikan dan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang siswa.

Selain digitalisasi, BNI memberikan bantuan tabungan kepada siswa Sekolah Rakyat. Bantuan itu diarahkan untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus memperkuat literasi keuangan sejak dini. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha ini memperkuat ekosistem Sekolah Rakyat yang tidak hanya berfokus pada akses pembelajaran, tetapi juga pembentukan karakter dan kesiapan masa depan siswa.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pluz.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks