Pencarian

Karhutla Kalbar Meluas, BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing Tambahan untuk Padamkan Titik Api

Jumat, 07 Agustus 2026 • 00:11:31 WIB
Karhutla Kalbar Meluas, BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing Tambahan untuk Padamkan Titik Api
Dua helikopter water bombing tambahan diterjunkan BNPB untuk memperkuat pemadaman karhutla di Kalimantan Barat.

PONTIANAK — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dengan menambah dua unit helikopter water bombing. Tambahan armada ini melengkapi tiga helikopter yang telah beroperasi lebih dulu di wilayah tersebut.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan langkah darurat ini diambil karena eskalasi kebakaran lahan meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Juni 2026, luas lahan yang terbakar di Kalbar telah mencapai 28.680 hektare, angka yang sudah melewati total kebakaran sepanjang tahun 2025 yang tercatat 26.703 hektare.

Cuaca Panas Diprediksi Bertahan Tiga Pekan ke Depan

Kondisi tanpa hujan selama lebih dari satu bulan menjadi pemicu utama meluasnya area terbakar. Suharyanto menjelaskan cuaca sangat panas yang menyertai membuat lahan kering mudah terbakar dan api cepat menjalar.

“Sudah tidak adanya hujan lebih dari sebulan dan cuaca sangat panas, sebabkan luas lahan terbakar terus bertambah. Menurut BMKG, cuaca di Kalimantan Barat dalam tiga minggu ke depan akan lebih panas, bahkan tingkat mudah terbakarnya cenderung tinggi,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi tingkat kerawanan kebakaran di Kalbar akan berada pada kategori tinggi. Situasi ini membuat operasi pemadaman dari udara menjadi prioritas utama.

Operasi Modifikasi Cuaca Belum Optimal, Water Bombing Jadi Andalan

BNPB memfokuskan penanganan karhutla melalui operasi udara karena minimnya pertumbuhan awan hujan. Kondisi tersebut membuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum bisa berjalan optimal, sehingga water bombing menjadi instrumen utama untuk menjangkau titik api di area yang sulit diakses darat.

Meski demikian, BNPB tetap menyiagakan helikopter patroli dan pesawat OMC yang siap dioperasikan sewaktu-waktu. Armada ini akan diterjunkan begitu terdeteksi potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah udara Kalimantan Barat.

Satgas Darat Diminta Bergerak Cepat Padamkan Titik Api

Suharyanto berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bergerak cepat memadamkan titik api sedini mungkin sebelum kobaran api membesar. Satgas darat gabungan TNI/Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, dan relawan diminta berkoordinasi di bawah arahan kepala daerah.

“Pemadaman harus dilakukan sebelum api membesar, supaya tidak semakin sulit ditangani,” kata Suharyanto.

Penambahan armada water bombing ini diharapkan mampu menekan laju perluasan karhutla di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda Kalbar. Seluruh elemen di lapangan terus dioptimalkan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks