PONTIANAK — Perkembangan dunia digital yang pesat membuka celah bagi siapa saja untuk berkarya, termasuk Yvonni Tamara. Konten kreator kelahiran Pontianak, 3 Maret 2002 ini, memilih jalan untuk membangun citra positif daerahnya melalui media sosial sejak tahun 2022.
Melalui unggahan yang dikemas dengan gaya khas, Voni—sapaan akrabnya—menghadirkan berbagai potensi Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak. Mulai dari destinasi wisata, kuliner, hingga konten edukasi, semua ia ramu dengan sentuhan visual yang menarik dan narasi yang dekat dengan keseharian.
Strategi di Balik Konten: Perpaduan Data dan Kreativitas
Yang membedakan Voni dari sekadar kreator hiburan adalah pendekatannya yang terukur. Ia tidak hanya mengandalkan intuisi, tetapi juga pemahaman teknis dalam pengelolaan media sosial dan analisis statistik konten (engagement rate).
Kombinasi ini lahir dari latar belakang pendidikannya di S1 Ekonomi Akuntansi Universitas Tanjungpura (UNTAN) angkatan 2021. Ilmu akuntansi yang ia pelajari ternyata selaras dengan dunia kreatif, membantunya merencanakan konten secara matang dan terukur.
Dari Akademisi Menjadi Jembatan Bisnis Lokal
Alumnus SMAN 2 Pontianak lulusan 2020 ini tidak hanya aktif membangun personal branding di ruang digital. Ia juga berperan sebagai jembatan bagi pelaku usaha lokal untuk dikenal lebih luas. Voni percaya media sosial adalah wadah bercerita yang bisa memberikan nilai tambah bagi banyak pihak.
"Bagi saya, media sosial adalah wadah untuk bercerita dan memberikan nilai tambah. Ketika bisa membantu bisnis lokal dikenal lebih luas dan sekaligus memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat, ada kepuasan tersendiri," ujar Yvonni kepada TKP Pontianak.
Konsistensinya dalam membangun koneksi dengan para pengikutnya menjadikan platform digitalnya sebagai ruang interaksi yang hidup. Ia berkomitmen untuk terus menghadirkan konten yang relevan dan membawa dampak positif.
Target ke Depan: Kolaborasi untuk Ekonomi Kreatif Kalbar
Ke depan, Voni menargetkan kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak. Tujuannya jelas: mengangkat potensi ekonomi kreatif Kalimantan Barat ke tingkat yang lebih tinggi. Baginya, profesi ini bukan sekadar mencari popularitas, melainkan sebuah misi untuk membawa nama daerahnya bersinar di kancah nasional.