Pencarian

BMKG Bekali 88 Nelayan dan Petani Kubu Raya Hadapi Kemarau Ekstrem 2026, Ini Materi yang Diajarkan

Senin, 03 Agustus 2026 • 19:54:31 WIB
BMKG Bekali 88 Nelayan dan Petani Kubu Raya Hadapi Kemarau Ekstrem 2026, Ini Materi yang Diajarkan
Nelayan dan petani mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dan Sekolah Lapang Iklim di Aula Balai Pertemuan Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, Senin.

KUBU RAYA — Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Selatan, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan kegiatan berlangsung di Aula Balai Pertemuan Kecamatan Sungai Kakap pada Senin. Acara ini dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie, jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, unsur TNI/Polri, SAR, HNSI, serta pemangku kepentingan lainnya.

Nelayan Diajari Membaca Arah Angin dan Potensi Daerah Penangkapan Ikan

Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), peserta dibekali kemampuan membaca prakiraan arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, hingga informasi potensi daerah penangkapan ikan. Dengan begitu, nelayan dapat menentukan waktu melaut yang lebih aman dan efisien.

"Pemanfaatan informasi cuaca juga diharapkan membantu nelayan menghemat penggunaan bahan bakar dan perbekalan, sehingga aktivitas penangkapan ikan menjadi lebih efektif," tutur Ana.

Petani Diberi Panduan Menyusun Pola Tanam Adaptif

Untuk sektor pertanian, Sekolah Lapang Iklim (SLI) memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan informasi iklim dalam menyusun pola tanam yang adaptif. Para petani diajarkan menentukan waktu tanam dan memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi musim.

Kegiatan ini menjadi langkah antisipasi dini. BMKG memprakirakan musim kemarau 2026 akan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga masyarakat Kalimantan Barat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang ditimbulkan.

Ancaman Karhutla dan Krisis Air Bersih Mengintai

Kondisi kemarau yang lebih kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memicu kekeringan. Dampaknya, ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah diprediksi berkurang.

"Potensi munculnya titik api harus diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi karhutla yang lebih luas," ujarnya.

Para peserta sekolah lapang diharapkan menjadi agen informasi yang menyebarluaskan prakiraan cuaca dan iklim BMKG kepada kelompok nelayan, kelompok tani, dan masyarakat luas.

Imbauan BMKG: Jangan Bakar Lahan dan Buang Puntung Sembarangan

Ana mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG. Ia juga menekankan larangan membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Perkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya mitigasi menghadapi musim kemarau," katanya.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks