KAYONG UTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai menggerakkan program prioritas Gema Membangun Desa di Desa Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (30/1/2025). Desa yang berstatus mandiri ini dipilih menjadi lokasi pertama pelaksanaan program yang mempertemukan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan warga secara langsung.
Kedatangan Gubernur Ria Norsan beserta rombongan disambut oleh Bupati Kayong Utara Romi Wijaya dengan prosesi pengalungan syal dan pantun khas Melayu. Gubernur tampak didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan.
Bukan Sekadar Seremoni, Semua Keluhan Warga Bakal Masuk APBD 2027
Ria Norsan menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memotong birokrasi. Warga tidak perlu menunggu lama untuk menyampaikan persoalan di desanya, karena pemerintah provinsi hadir langsung di tengah mereka.
"Melalui Gema Membangun Desa, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi, usulan, maupun persoalan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan program pembangunan yang diupayakan masuk dalam APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2027," ujar Ria Norsan.
Mengapa Teluk Batang Dipilih Jadi Percontohan?
Pemilihan Desa Teluk Batang bukan tanpa alasan. Statusnya sebagai Desa Mandiri dinilai mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola pembangunan berbasis potensi lokal.
Pemerintah provinsi berharap desa ini bisa menunjukkan praktik baik dalam tata kelola pemerintahan dan keterlibatan aktif masyarakat. "Dari masyarakat, untuk masyarakat. Apa yang menjadi keluhan masyarakat Teluk Batang ini, sampaikan kepada kami Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Insyaallah akan kami tindak lanjuti," tegasnya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pembangunan Inklusif
Kehadiran seluruh OPD dalam satu lokasi menjadi kunci utama program ini. Warga tidak perlu mendatangi kantor dinas satu per satu untuk mengurus persoalan atau menyampaikan usulan.
Ria Norsan menyebut momentum ini juga untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, desa, dan masyarakat. Tujuannya, mewujudkan pembangunan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.
Agenda Berlanjut ke Pembukaan MTQ ke-34
Usai menggelar program di Teluk Batang, Gubernur bersama rombongan bergerak menuju Sukadana untuk membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Dua agenda besar ini diharapkan berjalan beriringan.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Teluk Batang dan Kabupaten Kayong Utara untuk bersama-sama menyukseskan dan memeriahkan rangkaian kegiatan MTQ ke-34 serta Program Gema Membangun Desa," pungkas Ria Norsan.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Alquran, tetapi juga sarana memperkuat nilai keagamaan dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat pesisir.